detikNews
2019/08/22 22:01:12 WIB

Round-Up

Mobil Baru Menteri Jadi Kontroversi, Moeldoko Cerita Seringnya Reparasi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 3 dari 3
Mobil Baru Menteri Jadi Kontroversi, Moeldoko Cerita Seringnya Reparasi Mobil Menteri Kabinet Kerja (Lamhot Aritonang/detikcom)


Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai mobil dinas untuk menteri dan pejabat negara sudah saatnya diganti karena sudah berusia 10 tahun. Dia juga membandingkan anggaran pengadaan mobil baru dengan anggaran untuk gelaran World Bank/IMF meeting tahun lalu.

"Tahun lalu misalnya ada penyelenggaraan yang namanya World Bank/IMF Meeting saja itu habis kurang-lebih hampir Rp 1 triliun. Iya kan? Bulan Oktober tahun lalu, itu hampir Rp 1 triliun untuk seminar doang untuk pertemuan World Bank. Ini Rp 147 (miliar), masih mending ada mobilnya. Yang dulu sisanya apa itu? Hasilnya apaan tuh yang IMF/World Bank yang hampir Rp 1 triliun tahun lalu?" ujar Fadli

Fraksi PKB DPR RI meyakini anggaran mobil dinas baru untuk menteri dialokasikan dengan pertimbangan yang matang. Fraksi PKB menilai pengadaan mobil dinas itu tidak memberatkan keuangan negara.


"Fraksi PKB memandang bahwa persiapan kepada menteri baru, dengan semua fasilitas yang ada tentu menggunakan ukuran-ukuran yang rasional, yang tidak memberatkan keuangan negara," kata Sekretaris Fraksi PKB Jazilul Fawaid.

PDIP menilai penggantian mobil untuk menteri memang sudah rutin dilakukan setiap lima tahun. Mobil menteri yang ada saat ini disebut sudah perlu diganti.

"Sudah waktunya (diganti), jauh lebih baik daripada memelihara tahun ke-6," kata politikus PDIP Effendi Simbolon.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko angkat bicara terkait pengadaan mobil dinas baru untuk menteri atau pejabat setingkat menteri tersebut. Dia menilai sudah waktunya mobil dinas menteri diganti yang baru karena mobil yang digunakannya sudah berulang kali masuk bengkel.

"Saya lihat mobil saya kan sudah beberapa kali ke bengkel," ujar Moeldoko.


Moeldoko terlihat menggunakan mobil dinas miliknya saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-74 RI. Namun dia mengaku tak berani menggunakan mobil dinas miliknya untuk kunjungan ke luar kota.

"Kalau keluar kota saya nggak berani," tuturnya.

Menurut Moeldoko, pergantian mobil dinas menteri sebenarnya sudah akan diganti sejak era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun hal tersebut belum terlaksana dan baru akan dilakukan pada periode ini.

Moeldoko mengaku lebih mempertimbangkan faktor keamanan untuk kondisi mobil dinas menteri saat ini. "Kan kita kadang-kadang perlu kecepatan tinggi," paparnya.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com