detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 21:39 WIB

Geledah Rumah Pejabat Dinas PUKP Yogyakarta, KPK Sita Uang Rp 130 Juta

Zunita Putri - detikNews
Geledah Rumah Pejabat Dinas PUKP Yogyakarta, KPK Sita Uang Rp 130 Juta Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - KPK menggeledah rumah Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta, Aki Lukman, pada (20/8). Ada uang Rp 130 juta yang disita KPK dari penggeledahan itu.

"Dalam dua hari ini, kami melakukan penggeledahan di Yogya dan Solo. Untuk penggeledahan di Yogya kemarin kami lakukan di satu lokasi, yaitu di rumah saksi yang merupakan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPKP Yogya. Dari lokasi penggeledahan yang dilakukan, kami menyita uang sekitar Rp 130 juta," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).



Febri menyebut uang itu diduga terkait dengan proyek dinas saluran air hujan di Jalan Supomo dan sekitar Kecamatan Umbulharjo. Sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik juga diamankan petugas.

"Uang ini kami duga masih terkait dengan proyek yang ada di dinas tersebut dan juga ada dokumen dan barang bukti elektronik yang kami sita," ucapnya.

Selain itu, KPK turut menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proyek saluran air di kantor Dinas PUKP dan Balai Layanan Pengadaan (BLP) Yogyakarta. Dari PT Kusuma Chandra dan PT Mataram Mandiri, KPK juga mengamankan dokumen terkait proyek ini.

"Kami menyita sejumlah dokumen dokumen proyek yang ditangani oleh 2 perusahaan tersebut," kata Febri.

KPK juga melakukan penggeledahan hari ini. Penggeledahan dilakukan di empat lokasi, yaitu PT Mataram Mandiri, PT Kusuma Chandra, kantor PU (pekerjaan umum) bidang SDA Yogyakarta dan juga kantor Widorokandang, Surakarta. Dalam penggeledahan ini, KPK menyita dokumen yang diduga terkait proyek.



"Sebagian besar yang kami temukan adalah dokumen-dokumen terkait dengan proyek, karena dokumen ini yang perlu kami dalami lebih lanjut dalam proses penyidikan ini," jelasnya.

KPK sebelumnya menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus suap dugaan suap terkait proyek rehabilitasi saluran air ini. Dua tersangka di antaranya adalah jaksa, yaitu Eka Safitra dan Satriawan Sulaksono. Sementara satu tersangka lainnya adalah Gabriella Yuan Ana selaku pihak swasta.

KPK menduga Eka Safitra dan Satriawan membantu Gariella selaku Dirut PT Manira Arta Rama Mandiri untuk mengikuti lelang proyek di Dinas PUPKP. Atas bantuan tersebut, jaksa Eka dan Satriawan diduga mendapat fee sebesar Rp 100,870 juta pada 15 Juni 2019 dan Rp 110,870 juta pada 19 Agustus.
(zap/haf)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com