Rambu-rambu Dewan Masjid soal Dakwah yang Damai

Round-Up

Rambu-rambu Dewan Masjid soal Dakwah yang Damai

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Agu 2019 21:41 WIB
Foto: Wapres Jusuf Kalla (Lisye/detikcom)
Foto: Wapres Jusuf Kalla (Lisye/detikcom)
Jakarta - Dewan Masjid Indonesia (DMI) memberikan rambu-rambu mengenai dakwah yang damai. Para ulama diimbau menyampaikan pesan dakwah yang membawa kesejukan.

"Dengan dakwah seperti itu. Dengan dakwah memang harus damai, tidak ada dakwah yang menyebabkan perselisihan dan menyebabkan berbeda pandangan. Kita boleh berbeda sikap tapi kita tidak boleh saling menyalahkan satu sama lain," ujar Ketua DMI, Jusuf Kalla (JK) di Masjid Istiqlal, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2019).


JK menegaskan perbedaan tak mesti membawa perselisihan antar anak bangsa. Menurut JK, dakwah seharusnya memberikan rahmat bagi seluruh semesta.

"Kemarin saya sudah sampaikan dakwah juga harus damai. Harus menjadikan seluruh negeri ini rahmatan lilalamin (rahmat bagi semesta)," ucap JK.

JK mengatakan setiap orang tentu mempunyai keyakinan yang berbeda-beda. Namun, menurut JK, jangan sampai perbedaan keyakinan itu justru membuat bentrokan satu sama lain.

"Boleh pasti berbeda tidak mungkin sama, pasti berbeda, memang yang kemarin itu momennya bagaimana? Momennya di mana, otomatis memang masing-masing orang berbicara pasti bicara tentang keyakinannya. Tidak mungkin sama, cuma bagaimana dakwah itu selain itu jangan jadi melebar. Jangan sering tabrakan," kata JK.



Pernyataan senada juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menyampaikan imbauan dakwah di tengah ramainya kontroversi ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tentang salib.

"Kami tidak dalam rangka menghakimi Ustaz Abdul Somad ya ketika pertemuan itu. Tapi dalam dalam rangka bagaimana supaya ini tidak melebar. Tapi memang ada satu diskusi di internal tadi itu jangan masuk ke wilayah yang sifatnya itu bisa menyinggung orang lain," ujar Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi di Kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).



MUI mengimbau agar dakwah tak membahas ke ranah yang dapat menimbulkan pihak lain tersinggung. MUI ingin situasi nasional tetap kondusif.

"Nah, persoalan seperti itu kita menginginkan Ustaz Abdul Somad untuk tidak masuk dalam wilayah seperti itu. Apalagi, misalnya, menyinggung persoalan-persoalan ke agama lain. Tapi tadi kan UAS sudah menjelaskan sama penjelasannya seperti yang dikemukakan itu. Ini adalah wilayah internal kita," katanya.

"Karena wilayah internal kita, karena internal kita ya udah, mungkin nanti persoalannya karena ini persoalan hukum ya kita tidak masuk ke wilayah itu, apakah itu masuk wilayah terbuka atau tertutup. Kita tidak masuk ke situ. Fokus kita adalah bagaimana ini bisa meredam nasional bisa kondusif kembali," imbuh Masduki. (knv/dnu)