detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 19:49 WIB

2 Kapal Penyelundup Bawang Ditangkap di Aceh, 8 ABK Diamankan

Datuk Haris Molana - detikNews
2 Kapal Penyelundup Bawang Ditangkap di Aceh, 8 ABK Diamankan 2 Kapal Penyelundup Bawang Ditangkap di Aceh, 8 ABK Diamankan/Foto: Datuk Haris Molana/detikcom
Aceh Utara - Tim patroli Bea Cukai menangkap dua kapal penyelundup bawang merah ilegal di perairan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Aceh. Petugas menyita puluhan ton bawang merah tanpa dokumen beserta delapan anak buah kapal (ABK).

"Benar. Jadi, kemarin (Rabu-red) kami dapat informasi bahwa terjadi penangkapan terhadap dua kapal kayu di Perairan Tanah Jambo Aye oleh tim patroli Tanjung Balai Karimun," kata Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Kantor Bea Cukai Lhokseumawe, Andi saat dimintai konfirmasi, Kamis (22/8/2019).

Dua kapal bersama muatannya dan juga ABK dibawa ke Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara. '


 2 Kapal Penyelundup Bawang Ditangkap di Aceh, 8 ABK Diamankan 2 Kapal Penyelundup Bawang Ditangkap di Aceh, 8 ABK Diamankan Foto: Datuk Haris Molana/detikcom



"Dari hasil pemeriksaan awal muatan dua kapal itu adalah bawang merah tanpa izin yang diangkut dari Penang, Malaysia tujuan Tanah Jambo Aye. Namun, berkat informasi dari masyarakat petugas berhasil menggagalkan penyelundupan tersebut," sebut Andi.

Petugas kemudian memindahkan bawang tersebut dari dalam kapal untuk disimpan di gudang milik Bea Cukai.

"Untuk saat ini, petugas sedang melakukan pembongkaran barangnya di pelabuhan. Ada ribuan karung namun jumlah pastinya belum ada. Kita tunggu hasil pendataan petugas di lapangan," tambah Andi.

Sementara terkait informasi yang beredar adanya penyelundupan narkotika jenis sabu di dalam dua kapal tersebut. Andi mengaku hingga saat ini pihaknya sedang melakukan pembongkaran isi muatan kapal tersebut.

"Kita sedang melakukan pemeriksaan dan pembongkaran muatan di dalam kapal tersebut. Jika nanti informasi tersebut ada, akan kita sampaikan," ujar Andi.




Tonton Video Bea Cukai Lhokseumawe Musnahkan 70 Ton Bawang Ilegal Asal Thailand:

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com