detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 15:01 WIB

Berkas Lengkap, Habil Marati juga Diserahkan ke Kejari Jakpus

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Berkas Lengkap, Habil Marati juga Diserahkan ke Kejari Jakpus Foto: Habil Marati. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melimpahkan barang bukti dan tersangka kasus makar Habil Marati ke kejaksaan. Berkas kasus itu sudah dinyatakan lengkap dan segera disidangkan.

Selain menyerahkan tersangka Kivlan Zen, polisi juga menyerahkan tersangka Habil Marati ke kejaksaan hari ini. Berkas kasus kedua tersangka itu sudah dinyatakan lengkap.

"Jadi untuk tersangka KZ (Kivlan Zen) dan tersangka HM (Habil Marati), tersangka KZ P-21 tanggal 16 Agustus, kemudian untuk tersangka HM tanggal 21 Agustus kemarin," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (22/8/2019).


Argo mengatakan penyidik menyerahkan tersangka Habil berikut barang buktinya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. "Tadi pukul 12.00 WIB hari Kamis, diserahkan (tersangka) bersama barang bukti ke Kejari Jakpus," kata Argo.

Diketahui, Habil menjadi tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan empat tokoh nasional. Habil disebut memberikan uang sebesar SGD 15 ribu untuk uang operasional kepada Kivlan Zen.

Uang itu disebut-sebut diberikan kepada Kivlan Zen untuk membeli senjata api ilegal. Kivlan lalu mencari eksekutor dan memberi target pembunuhan empat tokoh nasional, yaitu Wiranto, Budi Gunawan, Luhut Binsar, dan Yunarto Wijaya bos lembaga survei Charta Politika.

Pengacara Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra, menyebut kliennya tidak tahu-menahu mengenai pembelian senjata api ilegal. Yusril menyebut kliennya hanya memberikan uang untuk kegiatan aksi, bukan untuk kegiatan makar.

"Sepanjang yang disampaikan Pak Habil kepada saya, ya beliau memberikan dana untuk kegiatan tertentu tapi tidak paham untuk dibelikan senjata. Seperti itulah apa yang dikatakan Habil," kata Yusril di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/7/2019).


Yusril menyebut uang yang diberikan Habil kepada Kivlan Zen hanya untuk kegiatan demo, bukan untuk kegiatan makar seperti yang dituduhkan polisi. Meski begitu, Yusril masih mempelajari lagi kasus itu dan pengakuan-pengakuan Habil kepadanya.

"Jadi arahnya (uang Habil) untuk pendanaan kegiatan--yang sebenarnya--bukan ke kegiatan makar, bunuh orang, dan segala macam. Itu kata Pak Habil, tapi lebih baik kita dalami bersama-sama," ungkap Yusril.


Simak Video "Kontras Minta Komnas HAM dan Kejagung Tindaklanjuti Gugatan Kivlan Zen"

[Gambas:Video 20detik]


(sam/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com