detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 21:39 WIB

KPK Pelajari Vonis GM Komersial PT HK Asty Winasti Penyuap Bowo Sidik

Zunita Putri - detikNews
KPK Pelajari Vonis GM Komersial PT HK Asty Winasti Penyuap Bowo Sidik Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Foto: Ari Saputra-detikcom)
Jakarta - General Manager Komersial PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti, divonis 1,5 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan. KPK menyebut akan pelajari putusan itu.

"Ya nanti tentu kami pelajari dulu ya, ada waktu bagi jaksa untuk mempelajari untuk pikir-pikir terhadap vonis tersebut," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/8/2019).

Febri mengatakan nantinya analisis jaksa terkait putusan hakim kan disampaikan ke pimpinan KPK, untuk memastikan apakah banding atau tidak. Analisis ini sekaligus untuk memastikan apakah KPK akan melakukan pengembangan perkara ini atau tidak.



"Hasil analisis jaksa ini akan disampaikan ke pimpinan, apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak. Dan juga apakah ada kemungkinan pengembangan pada pihak lain, itu pasti akan menjadi bagian dari analisis jaksa," katanya.

Sebelumnya, Asty dinyatakan hakim terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tahun juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Uang suap yang diberikan Asty senilai USD 158.733 dan Rp 311 juta dengan tujuan untuk membantu PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) mendapatkan kerja sama pekerjaan pengangkutan atau sewa kapal dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (PT Pilog). Perbuatan Asty dilakukan bersama-sama dengan Direktur PT HTK Taufik Agustono.

Selain Bowo Sidik, Asty juga disebut hakim memberikan fee untuk pihak lain dalam kerja sama sewa menyewa kapal antara PT HTK dan PT Pilog. Pihak lain tersebut yakni Ahmadi Hasan menerima USD 28.500, pemilik PT Tiga Macan Steven Wang menerima USD 32.300 dan Rp 186.878.664. Asty sendiri juga menerima fee USD 23.977.



"Menimbang bahwa berdasarkan uraian hukum di atas, majelis hakim berpendapat bahwa Asty Winasti memberikan commitment fee terkait sewa kapal dan pengangkutan amoniak oleh kapal MT Griya Borneo maka perbuatan masing-masing berdiri sendiri tapi mempunyai pertalian satu sama lain dan perbuatan satu dengan lain tidak lama. Majelis hakim mengkualifikasikan perbuatan terdakwa berlanjut dan ada dalam perbuatan terdakwa," kata hakim saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat.
(zap/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com