detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 20:47 WIB

Pasca-kericuhan, Proses Sandar 2 Kapal Pelni di Sorong Berjalan Aman

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Pasca-kericuhan, Proses Sandar 2 Kapal Pelni di Sorong Berjalan Aman Foto: Dok. Kemenhub
Sorong - Kepala Kantor KSOP Kelas I Sorong Takwim Masuku mengatakan penanganan kapal KM Gunung Dempo dan KM Labobar yang bersandar di Pelabuhan Sorong Papua turut mendapat apresiasi dari masyarakat Sorong. Mengingat kondisi pelabuhan pasca-kerusuhan Papua belum sepenuhnya normal.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi tanggal 20 Agustus 2019 dengan instansi terkait, maka atas pertimbangan kondisi keamanan di Kota Sorong kemarin, disepakati kedua kapal tersebut ditunda waktu sandarnya sampai pukul 06.00 WIT tadi," ujar Takwim dalam keterangannya, Rabu (21/8/2019).

"Penundaan tersebut dilakukan mengingat transportasi umum di Kota Sorong dan sekitarnya masih lumpuh sehingga kedua kapal tersebut setelah tiba di Sorong diperintahkan untuk berlabuh di kolam pelabuhan dan tepat pukul 06.30 WIT, kapal telah sandar dan melakukan embarkasi atau debarkasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Takwim, jumlah total penumpang turun sebanyak 1.209 orang yang diangkut dengan menggunakan 9 unit kendaraan truk TNI AL yang telah disiapkan dan diantar ke titik-titik yang aman seperti Sorong Selatan (Aimas), serta KM 10, 12, dan 15 dengan pengawalan aparat keamanan dari TNI AL atau Marinir.


"Semua aktivitas berjalan dengan aman dan lancar, dan hingga saat ini kondisi pelabuhan Sorong dalam keadaan aman dan terkendali," sebutnya.

Dia menilai hal tersebut menunjukkan sinergi serta dukungan yang besar dari TNI, Polri, dan unsur terkait di pelabuhan dalam kondisi Kota Sorong yang belum sepenuhnya normal sehingga membuktikan bahwa pemerintah hadir dan memberikan rasa aman kepada masyarakat untuk sampai ke rumah masing-masing.

Sementara itu, salah seorang penumpang kapal KM Labobar, Evan, mengatakan perhatian KSOP Sorong dan TNI AL terhadap masyarakat sudah nyata melalui beberapa kegiatan seperti bantuan transportasi ini.

"Ini hal yang luar biasa, pertama kali terjadi hal seperti ini. Mari bersama-sama berkomitmen untuk senantiasa menjaga dan menciptakan suasana damai di Papua dan Papua Barat sebagai tanah damai, baik pemerintah, TNI-Polri, LSM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat," ujar Evan yang akan melanjutkan perjalanan ke Bintuni.


(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com