detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 20:00 WIB

6 Fakta Ustaz Abdul Somad yang Klarifikasi soal Ceramah 'Salib'

Tim detikcom - detikNews
6 Fakta Ustaz Abdul Somad yang Klarifikasi soal Ceramah Salib 6 Fakta Ustaz Abdul Somad yang Klarifikasi soal Ceramah 'Salib' (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Ustaz Abdul Somad (UAS) memenuhi undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjelaskan video ceramahnya yang viral di media sosial terkait salib. UAS tiba di kantor MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019) pukul 15.52 WIB.

Viralnya video tersebut membuat UAS dilaporkan oleh beberapa pihak ke polisi. Dalam klarifikasinya sendiri, UAS mengaku bahwa pengajian tersebut dilakukan tiga tahun yang lalu di Masjid Annur di Pekanbaru, Riau, dalam sebuah kajian subuh.


UAS lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, pada 18 Mei 1977. Saat ini dia berumur 41 tahun.

Berikut ini biografi dan fakta Ustaz Abdul Somad.

1. Pendakwah

UAS merupakan pendakwah yang sering mengulas berbagai macam persoalan agama. Dia juga membahas nasionalisme dan berbagai masalah terbaru yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat. Namanya dikenal karena ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan dalam menyampaikan dakwah yang disiarkan melalui YouTube.

2. Dosen

Selain sebagai pendakwah, UAS merupakan seorang dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau.

3. Berasal dari Keluarga Ulama

Ustaz Abdul Somad merupakan bagian keluarga besar dari seorang ulama asal Asahan, yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I. Sejak duduk di sekolah dasar, UAS menempuh pendidikan di sekolah berbasis tahfiz Alquran.


4. Lulusan Universitas Al-Azhar

UAS menempuh pendidikan dasar di SD Al-Washliyah Medan dan lulus pada 1990. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Al-Washliyah Medan dan tamat pada 1993. Kemudian ia melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang, Sumatera Utara, selama satu tahun.

Lalu, pada 1994, UAS pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu, dan menyelesaikannya pada 1996. Pada 1996-1998 ia sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

UAS kemudian mendapat beasiswa dari pemerintah Mesir untuk kuliah di Universitas Al-Azhar yang ia selesaikan pada 2002. Setelahnya, ia melanjutkan program pendidikan S2-nya di Universiti Kebangsaan Malaysia, namun hanya sempat berkuliah selama dua semester.

Pada 2004, UAS mendapatkan beasiswa S2 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat dari Kerajaan Maroko. Program S2 diselesaikannya dalam waktu 1 tahun 11 bulan dan mendapatkan gelar D.E.S.A. pada akhir 2006.

5. Menulis Buku

UAS telah menuliskan beberapa buku. Buku itu menjadi best seller di kalangan umat Islam, antara lain 'Masalah Populer', 'Pertanyaan Seputar Sholat', dan 'Tanya Jawab Seputar Qurban'.


6. Klarifikasi Mengenai Video Viral

Ustaz Abdul Somad menyampaikan klarifikasi tentang video ceramahnya yang viral di kantor MUI, Jakarta, Rabu (21/8/2019). UAS menyampaikan pernyataan didampingi pengurus MUI di antaranya Sekjen MUI Anwar Abbas serta Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi.

Dalam pernyataannya tersebut, UAS menjelaskan lima poin klarifikasi mengenai ceramahnya tentang salib yang isinya sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirohim

Assalamulaikum Wr Wb

Ada lima poin yang saya sampaikan.

Yang pertama, saya sebagai anggota komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia Provinsi Riau datang bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia pusat, jadi kehadiran saya adalah kehadiran tidaklah dapat disebut bawahan ke atasan karena kami bukan karyawan perusahaan tapi silaturahim antara ustaz-ustaz di daerah dengan alim ulama di pusat alhamdulillah silaturahim kami ini berjalan baik

Yang kedua, saya sebagai warga negara yang baik, ingin menjelaskan jangan sampai masyarakat menjadi hiruk pikuk disebabkan oleh isu media sosial bahwa ceramah saya yang diviralkan itu adalah menjawab pertanyaan bukan tema kajian, bukan inti permasalahan karena saya punya kajian di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau setiap subuh Sabtu, satu jam materi setelah itu tanya jawab ketika itulah ada masyarakat yang bertanya lalu saya menjawab maka video itu menjawab pertanyaan.

Ketiga, bahwa itu disampaikan di tengah komunitas masyarakat muslim di dalam masjid di tempat tertutup di tengah umat Islam dalam kajian khusus Sabtu subuh, bukan di Damai Indonesiaku TV One, bukan tablig akbar di tanah lapang stadion sepakbola, bukan di waktu ramai sampai 100 ribu orang tapi pengajian.

Poin yang keempat bahwa saya sedang menjelaskan akidah, keyakinan seorang muslim. Bagaimana dalam Islam diajarkan Innal malaikata, sesungguhnya malaikat la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha tamasil, kalau di dalam rumah itu ada patung, mengapa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah yang ada patung, karena di antara tempat-tempat tinggal jin adalah patung. Oleh sebab itu penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga akidah umat Islam saya tidak sedang dalam kapasitas perbandingan agama, atau berdebat atau berdialog tapi menjelaskan akidah umat Islam

Kelima itu bahwa sudah berlangsung, saya tidak lagi memberikan kajian rutin subuh setelah keliling tablig akbar, tapi itu lebih-kurang tiga tahun yang lalu. Itulah yang dapat saya sampaikan.



Tonton Video MUI Ingin Kontroversi Ceramah UAS Tak Masuk ke Ranah Hukum:

[Gambas:Video 20detik]


(vmp/lus)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com