detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 19:53 WIB

17 Tahun Terakhir Sumut Disebut Kehilangan 345 Ribu Ha Tutupan Hutan

Khairul Ikhwan Damanik - detikNews
17 Tahun Terakhir Sumut Disebut Kehilangan 345 Ribu Ha Tutupan Hutan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. (Foto: Khairul Ikhwan Damanik/detikcom)
Medan - Sumatera Utara (Sumut) sudah kehilangan 345 ribu hektare tutupan hutan dalam kurun waktu 17 tahun terakhir. Angka tersebut berdasarkan data dari penelitian Conservation International (CI) Indonesia.

Ihwal hasil penelitian ini disampaikan Senior Direktur Terresterial CI Indonesia, Nassat Idris saat bertemu dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Rabu (21/8/2019). Pertemuan itu berlangsung di Kantor Gubernur Jalan Diponegoro, Medan.

"Sumut merupakan daerah dengan sensitivitas tinggi secara ekologis, sehingga kegiatan perbaikan lingkungan sangat penting. Penelitian kami menunjukkan bahwa dari tahun 2001 hingga 2018, Sumut kehilangan tutupan hutan seluas 345.000 hektare. Ini sangat disayangkan," kata Senior Direktur Terresterial CI Indonesia, Nassat Idris.



Disebutkan Nassat, untuk membantu pemulihan dan keseimbangan ekosistem di Sumut, CI Indonesia memberikan masukan beberapa langkah yang harus diambil. Di antaranya, termasuk pengembangan wilayah strategis melalui konservasi dan perlindungan tata air, produksi komoditas berkelanjutan, dan restorasi wilayah sensitif, hutan sosial, dan gambut.

"Kita telah banyak menjalin kerja sama dan bermitra dengan pemerintah daerah terkait penerapan konsep pembangunan berkelanjutan ini, jika pemprov membutuhkan, kita siap untuk membantu menjadi mitra," kata Nassat.

Dalam kesempatan itu Gubernur Edy menyatakan, meski menggenjot pembangunan di berbagai sektor, Sumut tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kelestarian lingkungan.

Untuk menjaga keseimbangan ekosistem ini, kata Edy, beberapa langkah telah diambil, termasuk pelebaran Sungai Badera di Medan. Bangunan yang berada di bantaran sungai sudah diratakan.



"Sudah dikaji, yang harusnya sungai sampai selebar delapan meter, kini mengecil. Inilah yang kita tertibkan," katanya.

Edy ingin seluruh pembangunan di masa depan harus memperhatikan keberlanjutan dan lingkungan. Jika tidak, risiko yang harus ditanggung dan kerugian yang harus dibayar akibat pembangunan yang tidak terencana justru lebih besar.




Tonton Video Menteri LHK Klaim Hotspot Kebakaran Hutan di Kalimantan Berkurang:

[Gambas:Video 20detik]


(rul/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com