detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 14:58 WIB

Wiranto, Darmin, dan Siti Nurbaya Rapat Bahas Pengendalian Karhutla

Matius Alfons - detikNews
Wiranto, Darmin, dan Siti Nurbaya Rapat Bahas Pengendalian Karhutla Foto: Wiranto gelar rapat bahas karhutla (Alfons/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam, Wiranto, menggelar rapat khusus bersama jajaran kementerian lain terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia. Wiranto menekankan ada tiga hal yang harus segera dilakukan.

Pantauan detikcom rapat khusus ini dipimpin langsung oleh Wiranto di ruang Nakula, Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019), pukul 14.00 WIB. Terlihat juga hadir Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya, Menko Perekonomian Darmin Nasution beserta jajaran kementerian lainnya.

"Kita hari ini melakukan rapat koordinasi tentang bagaimana kita lakukan pengendalian kebakaran hutan dan lahan, sebenernya bukan pengendalian tapi bagaimana hutan yang belum terbakar bisa kita cegah, pencegahan dan pengendalian tidak ada waktu konkret karena masing-masing wilayah ada potensi kebakaran," kata Wiranto saat memberi sambutan.



Wiranto mengatakan karhutla yang terjadi di tahun 2015 hingga 2018 berhasil ditekan karena adanya persiapan. Ia menyebut persiapan-persiapan itu harus segera dilakukan.

"Pencegahan apakah berupa kesiapan kita membuat sumur, kanal-kanal, cadangan air, kolam air dan sebagainya, ataupun kesiapan aparat-aparat bisa menyangkut pengarahan personel dalam pengendalian hutan dan lahan," ucap Wiranto.

Wiranto juga mengungkap titik api yang terjadi tahun ini melebihi yang pernah terjadi di tahun 2018. Selain itu, BMKG menyebut puncak kemarau panjang terjadi pada bulan Agustus hingga September. Karena itu, sebutnya ada 3 hal yang harus segera dilakukan untuk menyelesaikan ini.

"Kita lihat titik api fluktuatif, naik turun naik turun sudah melebihi titik api yang kita hadapi di 2018, berati butuh keseriusan kita, kebersamaan kita bagaimana titik api itu tetap akan sampai kemarau panjang itu berakhir, sehingga rasio yang kita lakukan, kita perhitungkan itu bisa menahan titik api yang muncul," ucapnya.

"3 hal itu, apakah kesiapan kita sudah memadai, kalau belum nanti kita cari apa hambatan itu , lalu apa yang harus segera kita lakukan untuk bisa menekan, mengeliminasi kebakaran hutan dan lahan yang mungkin terjadi, itu yang kita fokus pada sore ini sehingga tidak perlu bertele-tele," sambungnya.



Selain pencegahan dan pengendalian, Wiranto juga menekankan 99% kebakaran hutan dan lahan yang terjadi disebabkan faktor ulah manusia. Maka dari itu, Ia meminta harus ada tindakan nyata terhadap manusia itu.

"Saya juga mendapat laporan bahwa akibat kebakaran lahan dan hutan ini akibat ulah manusia 99 persen, 1 persen akibat hal alami. Oleh karena itu tentu kita harus lebih fokus kepada bagaimana menangani ulah manusia ini supaya tidak mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan," ujar Wiranto

Sebelumnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya mengatakan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah lebih kondusif. Dia mengatakan saat ini Satgas Karhutla masih bisa mengontrol titik-titik panas (hotspot) karhutla.

"Kita akan rapat di Menko Polhukam. Kalau lihat fluktuasi hotspot-nya, sebetulnya masih bisa dikontrol oleh satgasnya. Yang paling berat waktu angkanya masih di atas 1.000-an tanggal 4, 5, 6 Agustus, kemarin sih udah turun jadi 900-an," kata Siti di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (19/8/2019).



Dia mengatakan hotspot paling banyak ditemukan di Kalimantan Barat (Kalbar). Siti mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menangani karhutla.
(maa/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com