detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 14:44 WIB

BNPB Harap BPPT Temukan Solusi Buka Lahan Tanpa Karhutla

Eva Safitri - detikNews
BNPB Harap BPPT Temukan Solusi Buka Lahan Tanpa Karhutla Foto: Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo (Eva-detikcom)
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan atau yang biasa disingkat karhutla disebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo sebagai bencana yang ironis. Kenapa?

Doni tidak memungkiri bila penyebab karhutla disengaja karena sebagai cara yang paling mudah untuk membuka lahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain pemerintah bisa kewalahan karena anggaran untuk mengatasi karhutla tidak kecil.

"Karena membakar ya mudah untuk pembukaan lahan, makanya rakyat begitu. Ini ironis karena (pemerintah) ingin produksi kebun naik tapi anggaran besar pemerintah keserap untuk padamkan karhutla," ujar Doni di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Tekonologi (BPPT), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).

Doni pun berharap BPPT memutar otak mencarikan solusi pembukaan lahan tanpa karhutla. Menurutnya cara tersebut nantinya dapat mengurangi karhutla di masa depan.




"Kami butuh BPPT ikut bantu carikan solusi untuk bencana permanen misal karhutla. Harus ada pembukaan lahan tanpa bakar (lahan) dari teknologi BPPT," sebut Doni.

Untuk kondisi karhutla saat ini Doni menyebut tidak separah tahun 2015. Namun karhutla di lahan gambut disebut Doni menjadi salah satu kendala karena api berada di dalam tanah yang tidak mudah diatasi.

"Sudah ada 37 (water bombing) unit yang sudah berjalan. Nanti ada lagi 2 unit, tapi sekali lagi, hampir semua lahan gambut ini sangat sulit dipadamkan karena kedalamannya itu sangat dalam. Jadi begitu api ada di lahan gambut itu menjalar ke beberapa tempat," sebut Doni.

"Memang tidak separah di tahun 2015. Namun kita juga kan kehabisan tenaga, kehabisan energi, biaya, waktu, pikiran, rakyat yanh menjadi terdampak juga jumlahnya bertambah. Ini juga akan menimbulkan kematian dini dalam jumlah yang lebih besar," imbuhnya.



Karhutla Tiap Tahun, Moeldoko: Memang Tak Mudah:

[Gambas:Video 20detik]


(eva/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com