detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 10:10 WIB

Bamsoet Dukung Partai Gelar Munas-Rakernas Sebelum Pelantikan Presiden

Tsarina Maharani - detikNews
Bamsoet Dukung Partai Gelar Munas-Rakernas Sebelum Pelantikan Presiden Bambang Soesatyo/Foto: Dokumen 20detik
Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung parta-partai melaksanakan kegiatan rakernas atau munas sebelum pelantikan presiden-wakil presiden digelar pada Oktober mendatang. Menurutnya, kegiatan rakernas atau munas partai menandakan kesiapan parpol menghadapi agenda kebangsaan pascapemilu.

"Penyelenggaraan Kongres, Munas, atau Rakernas sebelum pelantikan presiden-wakil presiden menandakan kesigapan partai politik menghadapi berbagai agenda kebangsaan pasca-Pemilu 2019. Idealnya memang seperti itu, jadi presiden-wakil presiden terpilih sudah mengetahui arah dan garis perjuangan partai politik selama lima tahun ke depan. Apalagi pada 23 September 2020 akan ada Pilkada Serentak di 270 daerah, terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota," ujar Bamsoet di sela acara Muktamar V PKB di Bali, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019).


Ia mencontohkan PDIP yang telah menggelar kongres partai pada awal Agustus lalu. Kini, disusul PKB yang tengah menggelar muktamar hingga 22 Agustus 2019. Selanjutnya, kata Bamsoet, Gerindra pun melaksanakan rakernas pada 21 September 2019.

Politikus Golkar itu menilai parpol harus bersiap-siap sejak dini untuk menentukan garis kebijakan partai. Apalagi, kata Bamsoet, parpol akan berhadapan dengan agenda penyusunan kabinet hingga struktur fraksi dan alat kelengkapan di parlemen.

"Sebelum menghadapi Pilkada Serentak tahun 2020, partai politik terlebih dahulu juga dihadapkan pada penyusunan kabinet menteri sebagai pembantu presiden-wakil presiden, struktur fraksi dan alat kelengkapan di MPR dan DPR RI sebagai perpanjangan tangan partai politik, serta berbagai agenda politik lainnya yang harus direspons secara cepat dan tepat. Semuanya tentu membutuhkan persiapan yang matang sejak dini. Sehingga garis kebijakan partai politik tegak lurus, tidak bercabang di kemudian hari," kata dia.


Menurut dia, kader-kader di daerah tentu menunggu sikap dari masing-masing DPP partai. Bamsoet--yang diketahui maju sebagai caketum Golkar--pun menyebut Golkar kini di tengah ambang kegalauan. Bamsoet mengatakan Golkar tidak memiliki agenda yang jelas.

"Dari sisi kader dan simpatisan partai di daerah, tentu mereka juga menunggu suksesi kepemimpinan di tubuh masing-masing partai politik sehingga bisa mengetahui arah labuhan partainya. Tidak seperti Partai Golkar yang masih galau bahkan sekadar Rapat Pleno dan Rapat Pimpinan Nasional saja belum jelas," tutur Bamsoet.

"Kader dan simpatisan PDI Perjuangan dan PKB yang sudah menyelenggarakan Kongres/Muktamar sangat beruntung karena mereka tak lagi diselimuti tanda tanya. Demikian juga Partai Gerindra, walaupun baru menyelenggarakan Rakernas, tapi sudah cukup memberikan gambaran tentang road map pembangunan partainya ke depan," imbuh dia.


Bamsoet kembali menyinggung soal tantangan bangsa selama lima tahun ke depan. Ia menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki visi besar dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif. Dia menegaskan tiap parpol harus turut mendukung visi Jokowi dengan menyiapkan para kader.

"PKB dan juga partai politik lainnya punya tugas yang tak mudah dalam menghadapi tantangan kebangsaan lima tahun ke depan. Visi besar Presiden Joko Widodo membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan kompetitif, harus didukung oleh partai politik dengan menyiapkan kader-kadernya. Bukan hanya menjadi insan Indonesia yang memiliki skill, namun juga punya integritas kebangsaan, sehingga tak minder menghadapi bangsa-bangsa lain di dunia," ujar Bamsoet.



Tonton video Ketua DPR: Jangan Terjebak pada Regulasi Ruwet:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com