detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 07:41 WIB

Tak Tergiur Maju Pilwali Surabaya, Ahok Pilih Dampingi Petani di NTT

Audrey Santoso - detikNews
Tak Tergiur Maju Pilwali Surabaya, Ahok Pilih Dampingi Petani di NTT Foto: Basuki Tjahaja Purnama (Grandyos Zafna)
Jakarta - Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak tergiur maju di Pemihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020 mendatang. Ahok menegaskan dirinya hanya fokus menjadi pengajar di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Nggak kepikiran (maju di Pilwali Surabaya 2020) dan nggak ada tugas (dari partai) ke sana juga," kata Ahok kepada detikcom, Selasa (20/8/2019) malam.

Ahok menegaskan dirinya akan menghabiskan waktu dengan urusan petani di NTT dan Ketua Umum PDIP, partai yang kini menaungi Ahok, Megawati Soekarnoputri juga telah menegaskan tugas yang harus diemban Ahok.

"Saya akan banyak waktu urusan petani di NTT. Ibu Ketum kasih tugasnya jelas, tidak ke mana-mana selain NTT dan sebagai pengajar. Ibu Mega bukan sembarangan kasih tugas," ujar Ahok.


Ahok kemudian menjelaskan kedatangannya ke Surabaya hanya sekadar berbagi pengalaman saat menjadi seorang dewan di parlemen dan menjadi seorang pemimpin di lembaga eksekutif.

"Tidak ada tugas di Surabaya selain acara membagikan pengalaman di legislatif dan eksekutif ke kader PDIP Jatim jika ditugaskan," jelas Ahok.

Sebelumnya Ahok disebut-sebut akan maju dalam Pilwali Surabaya 2020. Ahok pun telah mengomentari isu tersebut usai Seminar Wawasan Kebangsaan bertema 'Dari Aku, untuk Indonesiaku' yang digelar UK Petra.

"Saya bilang itu tidak mungkin saya diwakilkan jadi wali kota Surabaya. Kader-kader itu masih banyak yang baik-baik. Saya ditugaskan partai untuk mengajar di sekolah politik. Nah sekarang tugas saya itu ke NTT. Jadi tidak ada partai menugaskan saya jadi wali kota Surabaya" ujar Ahok kepada wartawan, Senin (19/8).


Meski Ahok merasa dirinya mustahil maju ke Pilwali Surabaya, namun PDIP menyatakan hal itu masih mungkin terjadi.

"Masih terbuka peluang lah. Ngapain ditutup?" kata Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan, Selasa pagi.

Sebelumnya, Ahok juga pernah menyatakan tidak punya rencana menjadi wali kota atau kepala daerah. Dia menyatakan akan fokus membantu NTT.

"Sampai saat ini tidak ada perintah untuk menjadi kepala daerah, tidak ada. Tidak ada rencana ke arah situ. NTT akan panjang kalau bicara tentang pertanian, peternakan dan lain-lain. Saya lebih fokus membantu di daerah NTT. Tapi tidak jadi gubernur NTT juga. Nanti malah salah paham lagi," ujar Ahok sambil tertawa kepada wartawan, usai Seminar Wawasan Kebangsaan bertema 'Dari Aku, untuk Indonesiaku' yang digelar UK Petra, Surabaya Senin (19/8).


Ahok Akui Cacat Politik, Djarot: Elite Porpol Nggak Usah Takut
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com