detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 06:39 WIB

Laporan Dari Mekah

Sistem Pemulangan 'Eyab' Baru Bisa Dicicipi 16 Kloter

Ardhi Suryadhi - detikNews
Sistem Pemulangan Eyab Baru Bisa Dicicipi 16 Kloter Kepala Daerah Kerja (Kadaker) bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat (dok. detikcom)
Mekah - Tahun ini Indonesia mendapat kesempatan menjajal layanan baru terkait pemulangan jemaah haji. Sistem baru itu disebut Eyab.

Namun sayangnya, Eyab belum bisa dicicipi oleh seluruh jemaah haji Indonesia, melainkan baru sebatas 16 kloter.

"Dari 16 kloter itu, 5 kloter di antaranya berasal dari embarkasi Surabaya dan 11 kloter lainnya berasal dari embarkasi Bekasi atau JKS," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) bandara Jeddah-Madinah, Arsyad Hidayat, kepada detikcom.


Adapun pertimbangan dalam pemilihan kloter-kloter tersebut sepenuhnya menjadi otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, bukan diatur Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH).

Jadi, PPIH yang dalam hal ini mewakili pemerintah RI tidak pada posisi menentukan atau memilih kloter-kloter mana saja yang beruntung tersebut. Bahkan keinginan PPIH sebenarnya adalah berharap adanya seluruh perwakilan dari embarkasi kalau bisa ada.

"Tapi mereka (otoritas penerbangan sipil Arab Saudi-red.) mengatakan untuk tahun ini hanya bisa mengakomodir sebanyak 16 kloter dari JKS dengan SUB," lanjut Arsyad.


Eyap dalam bahasa Arab berarti 'kepulangan'. Inovasi ini sejatinya hampir sama dengan fast track pada saat periode kedatangan jemaah haji dari Indonesia. Yang berbeda di sini adalah bahwa jemaah diminta untuk mengirim koper atau bagasi sebelum mereka berangkat pada hari H.

Adapun koper jemaah akan memiliki tanda khusus berisi nama dan nomor paspor, demi memudahkan pemilahan.

Data ini akan terhubung dengan sistem bea cukai dan imigrasi bandara. Jemaah langsung akan menerima kopernya saat di bandara atau embarkasi.


Selain itu di sistem Eyab ini jemaah tidak lagi diberangkatkan melalui terminal haji, melainkan melalui terminal biasa di bandara Saudi.

"Di sana mereka membuat tenda khusus. Jadi nanti jemaah setelah turun dari bus akan dibawa ke dalam tenda tersebut. Tenda tersebut akan ada eksibisi isinya kaitan dengan informasi haji informasi. terkait kebudayaan dan hal-hal lain yang terkait dengan Arab Saudi," papar Arsyad.

Selain itu, disediakan pula tempat duduk untuk jemaah bersantai, kantin, tempat istirahat, kantin, mushola, toilet dan fasilitas lainnya.

Kemudian setelah jemaah beristirahat sejenak langsung masuk ke tempat imigrasi dan di imigrasi tidak lagi antre menyerahkan paspor. Jemaah hanya cukup cek sidik jari, setelah itu mereka bisa langsung masuk ke ruang tunggu untuk kemudian menunggu pesawat.


Sebab sebelumnya, proyeksi Arsyad jika melalui jalur reguler yang biasa melalui terminal haji muassasah atau maktab melepas jamaah dari Mekah itu sekitar 9 atau 10 jam sebelum take off.

Tapi untuk sistem Eyab ini bisa memangkas waktu tunggu tersebut bukan lagi 9 atau 10 jam, melainkan hanya 7-8 jam. Sehingga waktu menunggu di bandara pun jadi hanya 4 jam, sedangkan jika melalui terminal haji atau reguler itu 5-6 jam.



Kenapa Air Zamzam Begitu Spesial?:

[Gambas:Video 20detik]


(ash/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com