detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 23:30 WIB

Jokowi Bandingkan RI dengan UEA yang Jadi Maju karena Birokrasi Mudah

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jokowi Bandingkan RI dengan UEA yang Jadi Maju karena Birokrasi Mudah Foto: Jokowi di muktamar PKB di Bali (Noval-detik)
Denpasar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membandingkan Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang jauh lebih maju karena layanan birokrasi yang mudah. Jokowi menyebut di Indonesia banyak peraturan yang justru memperlambat pembangunan.

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki sumber daya alam yang jauh lebih banyak daripada yang dimiliki Indonesia.

Uni Emirat Arab punya minyak kita juga punya minyak, dia punya gas kita juga punya gas. Di sana nggak ada kayu, kita punya kayu, minerba kita punya semuanya. batubara, emas, nikel, bauksit, tembaga punya semua, Mereka nggak punya," kata Jokowi saat memberi sambutan di Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8/2019).



Meski Indonesia memiliki sumber daya alam yang jauh lebih kaya dibanding UEA, namun pendapatan perkapita masyarakat UEA jauh lebih banyak jika dibanding masyarakat Indonesia.

"Supaya kita tahu semuanya income per kapita di sana 43 ribu USD, kita 4 ribu USD," kata Jokowi.

Jokowi mengaku sempat menyakan langsung sebab perkembangan pesat UEA kepada Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

"Beliau menyampaikan pada saya, 'Presiden Jokowi, tahun 1960, kami dari Dubai ke Abu Dhabi itu masih naik Onta'. Beliau yang cerita ya bukan saya. Kita ingat saat itu kita sudah naik Holden dan Impala, kalau nggak Holden, Impala ,saya juga belum lahir tahun 1960," kata Jokowi.

"Tahun 70, kami dari Dubai ke Abu Dhabi, masih naik truk, pick up. Mobil pick up, kita tahun itu sudah naik Kijang, beliau yang cerita saya hanya mbatin. oh waktu itu kita sudah naik Kijang," lanjutnya.



Namun memasuki 1980 hingga 1985 masyarakat UEA sudah menggunakan mobil mewah di antaranya dengan merek Mercy dan BMW. Sementara masyarakat Indonesia yang seblumnya lebih unggul masih naik kendaraan Kijang.

Dikatakan Jokowi, kemajuan pesat UEA tersebut terjadi karena kecepatan. Jokowi lalu mengungkapkan, ke depan tidak ada lagi negara besar menguasai negara kecil. Yang ada adalah negara cepat menguasai negara yang lambat.

"Oleh sebab itu, kita harus cepat. Nah kecepatan di Dubai ini saya pernah merasakan," tuturnya.

Jokowi berkisah, 17 tahu lalu dirinya sempat berinvestasi di UEA saat masih menjadi pengusaha. Dia lalu bercerita soal pengalamannya yang begitu mudah dalam mengurus izin.

"Saya datang ke sana saya minta izin ke kantor pusat perekonomian. Itu sudah 17-18 tahun yang lalu. Datang ke kantor sana, saya mbawa syarat, saya datang ke meja, 'bapak tanda tangan', saya tanda tangan. 'Bapak pergi ke kantor sebelah'. 15 meter dari situ ternyata kantor Notariat, saya datang ke sana karena sudah online saat itu saya datang ke situ, saya tanda tangan," ucapnya.
(nvl/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com