Round-Up

Anggaran Pelatihan SIM A Disoal Dewan, DKI Lempar Penjelasan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Agu 2019 21:30 WIB
Foto: Rachman Haryanto/detikcom


Sudin Nakertrans Jakarta Barat lalu menjelaskan soal pelatihan SIM A dengan anggaran miliaran itu. Kepala Sudin Nakertrans Jakbar Ahmad Yala menuturkan, pelatihan SIM A dirasa penting untuk meningkatkan kualitas para pengemudi.

Pengemudi yang dimaksud adalah masyarakat umum ber-KTP Jakarta yang sudah memiliki SIM A dan ingin mendapatkan SIM A Umum.

"Pelatihan SIM A Umum itu untuk meningkatkan kualitas para pengemudi yang sudah memiliki SIM A. SIM A kan buat jadi Grab (taksi online) saja nggak boleh kan nanti," ucap Kepala Sudin Nakertrans Jakarta Barat Ahmad Yala saat dihubungi, Selasa (20/8).

"Iya (angkot JakLingko), (SIM A) Umum sekarang," imbuhnya.

Ahmad mengatakan pelatihan itu akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta, tak hanya di Jakbar, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat saja. Di wilayah Barat sendiri akan bekerja sama dengan lembaga pelatihan, dan Samsat Jakarta Barat.

"kalau dari sekolah setir mobil kan ada (jalur), sudah pasti lulus," kata Ahmad.


Menurut Ahmad, pelatihan semacam ini bukan pertama kali dilakukan. Pada 2018 juga telah dilakukan pelatihan kepada sopir pemula untuk mendapatkan SIM A, jika ada yang mau beralih profesi jadi sopir Grab atau apa yang lebih tinggi.

Ahmad mengaku jalannya pelatihan ini tinggal menunggu pengesahan APBD Perubahan yang masih dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Jumlah peserta pun tergantung berapa anggaran yang turun.

"Kemarin (target) 50, kalau ada perubahan ini nggak tahu, ini bisa berubah lagi apa enggak (jumlah peserta)," ucap Ahmad.

Bahkan Ahmad punya rencana membuat pelatihan SIM B Umum pada 2020 sehingga mereka bisa menjadi sopir bus TransJakarta.

"Malah tahun depan kita ada SIM B Umum di 2020. Mereka kita seleksi lagi, dari yang mereka punya SIM A Umum. Nanti kita salurkan," kata Ahmad.
Halaman

(idn/jbr)