detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 21:04 WIB

Beda dengan Wali Kota, Ketua DPRD Depok Lebih Pilih Gabung ke Bogor Raya

Matius Alfons - detikNews
Beda dengan Wali Kota, Ketua DPRD Depok Lebih Pilih Gabung ke Bogor Raya Hendrik Tangke Allo (Foto: Istimewa)
Depok - Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo memiliki pandangan sendiri soal wacana penggabungan Provinsi Bogor Raya. Berbeda dengan Wali Kota Depok Muhammad Idris, ia memilih Depok bergabung dengan Bogor jika Provinsi Bogor Raya terbentuk.

"Bogor Raya, ya kalau Bogor Raya sebenernya menurut saya lebih akan memang akan bagus, lebih bagus kalau penggabungan beberapa kabupaten/kota yang daerah kemarin jadi Bogor Raya," kata Hendrik saat dihubungi wartawan, Selasa (20/8/2019).

Hendrik lebih memilih Depok bergabung dengan Bogor Raya lantaran koordinasi akan lebih dekat daripada dengan Provinsi Jawa Barat. Kemudian, menurutnya, Kota Bogor dan sekitarnya juga memenuhi syarat untuk jadi Provinsi Bogor Raya.

"Kalau dari tata kelola pemerintahan kita akan koordinasi lebih deket dibanding harus ke Jabar dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk Bogor Raya yang terdiri beberapa kota saya pikir juga memenuhi syarat untuk itu. Tapi apa pun itu biar petinggi pusat yang pikirkan itu," ucapnya.

Selain itu, jika wacana tersebut terlaksana, Hendrik yakin Depok bisa lebih maju lagi. Komunikasi juga lebih efektif dan terpusat.

"Ya kalau menurut saya Bogor Raya, Depok akan bisa lebih berkembang, karena koordinasi bisa lebih cepat, kemudian pemerintah Provinsi Bogor Raya bisa lebih terfokus hanya berkoordinasi dengan beberapa kabupaten/kota, artinya komunikasi lebih efektif," ungkapnya.


Hendrik juga menyebut pergerakan masyarakat Depok juga bisa berpindah ke Bogor jika wacana itu terlaksana. Sementara bahasa tidak menjadi hambatan untuk itu.

"Iya coba terbentuk misal provinsi Bogor Raya, kemudian disetujui Ibu Kota salah satu kabupaten kota di situ, secara administratif Depok ke sana, bisnis Depok ke sana, buka lapangan kerja akan di sana, pasti yang selama ini cari makan di Jakarta bisa ke sana, nggak mesti ke Jakarta lagi, Depok (gabung ke Jakarta) tidak bisa dikategorikan bahasa, karena Depok kan sudah heterogen, begitu plural, banyak suku agama dan bahasa di situ," papar Hendrik.

Sebelumnya, wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya mendapat tanggapan dari sejumlah wali kota yang bertetangga dengan Kota Bogor. Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad sendiri cenderung memilih kotanya bergabung ke Jakarta ketimbang Bogor, jika Provinsi Bogor Raya terbentuk.

"Iya kalau saya milih, misal dari sisi mana, kalau Anda nanya sisi bahasa, saya lebih milih bahasa Jakarta karena saya nggak ngerti bahasa Sunda. Misal kemarin upacara ultah Jabar, agenda petuah sesepuh Jabar itu pakai bahasa Sunda, saya nggak paham. Kalau bahasa ke Jakarta," kata Idris kepada wartawan di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Selasa (20/8).


(maa/mea)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com