detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 20:50 WIB

Genjot Pariwisata, Wali Kota Semarang Ingin Tonjolkan Kearifan Lokal

Umu Sofuroh - detikNews
Genjot Pariwisata, Wali Kota Semarang Ingin Tonjolkan Kearifan Lokal Foto: Istimewa
Semarang - Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi mau menggeser fokus pembangunan dari sektor industri ke sektor pariwisata. Untuk itu Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, banyak menggali kekayaan dan kearifan budaya lokal yang dimiliki warganya.

"Kami mencoba keluar dari pakem dengan mengangkat kearifan lokal di Kota Semarang, seperti keragaman budaya yang sangat kaya di Kota Semarang," papar Hendi dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).

Tantangan ini, lanjutnya, diupayakan melalui konsep bottom up dan bergerak bersama, sehingga semua pihak dapat terlibat. Konsep dan semangat bottom up memang didorong secara serius dalam pembangunan Kota Semarang termasuk di sektor pariwisata.

Dengan menyesuaikan potensi, kekayaan serta kearifan lokal yang dimiliki warga maka potensi yang digarap akan berkembang maksimal dari, oleh dan untuk warga masyarakat. Hal itu terlihat dari semangat pengembangan kampung wisata budaya Kampung Jawi yang terdapat di Kalialang, Gunungpati.

Wisata budaya itu lahir dari keinginan warga setempat untuk mempertahankan budaya asli daerah di tengah tantangan era digital serta globalisasi saat ini. Berbagai agenda wisata pun dihelat untuk semakin mengangkat potensi di Kampung Jawi. Salah satunya, penyalaan 1.000 obor di Lapangan Kampung Jawi.


Dibuka langsung oleh Hendi, acara yang dihelat untuk memeriahkan HUT ke-74 RI itu sekaligus menjadi agenda wisata yang menyedot animo wisatawan. Kegiatan yang datang dari inisiatif dan pemberdayaan warga ini sangat didukung oleh Pemerintah Kota Semarang.

"Selain untuk menyemarakkan HUT ke-74 RI, penyalaan seribu obor juga dimaksudkan sebagai pertanda membakar berbagai hal negatif yang ada di NKRI untuk kemudian bersatu bersama membangun kebersamaan serta Kota Semarang dan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Memasuki area Kampung Jawi, wisatawan akan langsung disambut wayang raksasa yang dilukis di atas jalan. Menyusuri gang, wisatawan juga akan dihibur dengan alunan musik khas kesenian gamelan, tek-tek, karawitan, dan jathilan dari sanggar-sanggar kesenian yang ada di Kampung Jawi tersebut. Sebelum diubah menjadi Kampung Jawi, Kalialang dikenal sebagai daerah yang kering dan rawan longsor.

Hendi menjelaskan bahwa kawasan Kalialang yang telah bertransformasi menjadi sebuah kampung yang sangat menarik. Kampung dengan hiasan lukisan mural bertemakan budaya Jawa saat ini juga menunjukkan kemajuan pesat.


"Dapat dilihat kawasan ini sekarang semakin ramai dan banyak dikunjungi wisatawan sehingga roda perekonomian terus bergerak dan meningkatkan ekonomi warga," pungkasnya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com