detikNews
2019/08/20 20:31:41 WIB

Round-Up

Dilaporkan di Sana-sini, Kasus Ustaz Somad Masih Dikaji

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Dilaporkan di Sana-sini, Kasus Ustaz Somad Masih Dikaji Uztaz Abdul Somad. (Foto: Mochamad Solehudin)


UAS sendiri sudah angkat bicara. UAS memberikan tiga poin klarifikasi. Pertama, UAS menuturkan pernyataannya mengenai salib hanya menjawab pertanyaan dari anggota jemaah yang disampaikan dalam forum tertutup di masjid.

"Itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola. Bukan di TV, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan umat Islam mengenai patung dan tentang kedudukan Nabi Isa. Untuk orang Islam dalam sunah Nabi Muhammad," jelas UAS.

UAS menegaskan pengajian tersebut juga sudah tiga tahun yang lalu. Kajian tersebut digelar di Masjid Annur, Pekanbaru.

"Karena rutin pengajian di sana, satu jam pengajian dilanjutkan diteruskan dengan tanya jawab, tanya jawab," kata UAS.



UAS pun heran kajiannya tiga tahun lalu viral baru-baru ini. Dia menegaskan tidak akan lari bila video yang viral itu disoal.

"Saya serahkan kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu. Saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa bersalah, saya tidak pula merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Polri saat ini masih mengkaji sejumlah laporan terkait video ceramah UAS mengenai salib itu. Bareskrim Polri mendalami unsur pelanggaran UU ITE terkait pelaporan itu.

"LP Abdul Somad sudah ada di SPKT Bareskrim, cuma sampai sekarang pelaporan tersebut masih di Karobinops. Soalnya kan apa itu memenuhi unsur ITE atau tidak, sedang dikaji," kata Kasubdit II Dirtippidsiber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/8/2019).



Rickynaldo menyebut laporan itu akan ditindaklanjuti Dirtippidsiber Bareskrim jika terbukti memenuhi unsur pelanggaran ITE. Jika tidak, laporan akan ditangani Direktorat Tindak Pidana Umum, termasuk laporan UAS yang ada di sejumlah daerah.

"Jadi nanti tunggu keputusan pimpinan, apakah ditangani tim, apakah ditangani gabungan, apakah ditangani per direktorat," ucap Rickynaldo.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com