detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 19:25 WIB

Dikritisi Anak SMA soal Polusi, Begini Jawaban Wali Kota Depok

Matius Alfons - detikNews
Dikritisi Anak SMA soal Polusi, Begini Jawaban Wali Kota Depok Foto: Wali Kota Depok KH M Idris Abdul Somad sosialisasi politik (Matius Alfons)
Depok - Pemerintah Kota Depok mendapat kritik dari siswa SMA Depok terkait permasalahan lingkungan. Salah satu yang dikritik yakni soal tingkat polusi di Kota Depok.

"Bagi saya dalam bidang lingkungan ini sangat penting untuk kita melawan, saya minta tolong pak Idris, di Depok saya minta pak Idris untuk di Depok untuk penanaman pohon dan penghijauan kota, karena ini bermanfaat bagi semua pihak, ini bisa mendaur polusi, " ujar seorang siswa SMAN 1 Depok Varis di depan Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad.

Hal ini diutarakan oleh Varis pada sesi tanya-jawab dalam acara 'Sosialisasi dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula Bagi Pelajar SMA/SMK se-Kota Depok-Peningkatan Partisipasi dalam Demokrasi" di Wisma Hijau, Cimanggis, Depok, Selasa (20/8/2019). Saat itu Varis diberi kesempatan oleh Idris untuk mengajukan pertanyaan dan harapan terkait Kota Depok.

Kemudian Varis mengkritisi soal polusi udara di Depok yang menurutnya tinggi. Menurutnya suhu di Depok juga panas akhir-akhir ini.



"Seperti diketahui polusi cukup tinggi di Depok pak dan menurunkan suhu juga di kota ini, itu harapan saya pada Pemkot Depok," ucapnya.

Menjawab pertanyaan Varis, Idris mengklaim polusi udara di Depok masih dalam batas wajar. Dia mencontohkan di salah satu titik yang paling banyak lalu lintas kendaraan yakni di Margonda dan Sawangan.

"Masalah tadi polusi yang kita pantau terus yang paling rawan memang Margonda dan Jalan raya Sawangan, tapi alhamdulillah hasil survey sampai saat ini masih pada batas baik," ujar Idris.

Idris juga membantah kalau polusi udara di Depok lebih tinggi dari Jakarta. Ia memastikan terus memantau kondisi tingkat polusi udara di Depok.

"Jadi kalau dibilang lebih tinggi dari Jakarta ini hoax, ini kampanye negatif bagi kota Depok. Jadi jangan resah, kita akan lakukan bagaimana antisipasi agar jangan sampai seperti Jakarta," tutup Idris.





Tonton Video BPTJ Kampanye 'Jalan Hijau', Ajak Warga Gunakan Transportasi Umum:

[Gambas:Video 20detik]


(maa/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com