DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain

DKI Klaim Udara Membaik Pasca-Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara Lain

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Agu 2019 17:14 WIB
Ganjil-genap di Jalan Pramuka (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Ganjil-genap di Jalan Pramuka (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Sepekan usai uji coba ganjil-genap, kualitas udara di DKI Jakarta dinilai lebih sehat oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sedangkan menurut data AirVisual, kualitas udara Jakarta mengalami kondisi naik-turun.

Dinas LH DKI Jakarta selama sepekan telah melakukan pemantauan kualitas udara dari 2 SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara). Hasilnya, ada sejumlah penurunan tingkat polusi.

"Ini data hasil pemantauan kualitas udara di 2 SPKU (Stasiun Pemantauan Kualitas Udara) setelah uji coba 'gage' (ganjil-genap) selama satu minggu kemarin, untuk Stasiun Bundaran HI terjadi penurunan 18,9 persen, untuk Stasiun Kelapa Gading terjadi penurunan 13,51 persen," ucap Kepala Dinas LH Andono Warih dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).


SPKU Dinas LH DKI di Bundaran HI dan Kelapa Gading menggunakan PM 2,5. Makin tinggi nilainya, kian banyak polusi di lokasi tersebut.

Pada Stasiun Bundaran HI, hasil pemantauan sepekan sebelum uji coba ganjil-genap pada Senin (12/8) menunjukkan rata-rata nilai 63,29. Sedangkan sepekan setelah penerapan uji coba ganjil-genap atau sampai Sabtu (17/8), rata-rata nilainya 51,29. Jadi ada penurunan dengan rata-rata 18,9 persen.

DKI Klaim Udara Membaik Pasca Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara LainData kualitas udara dari stasiun pemantauan Kelapa Gading. (Dok. Dinas LH Jakarta)

Sementara itu, di Stasiun Kelapa Gading, sepekan sebelum uji coba ganjil-genap diberlakukan, rata-rata nilainya 56,06. Sedangkan sepekan setelah penerapan uji coba ganjil genap, nilainya 48,48. Jadi ada penurunan sebesar 13,51 persen.

DKI Klaim Udara Membaik Pasca Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara LainData kualitas udara dari stasiun pemantauan Kelapa Gading. (Dok. Dinas LH Jakarta)

Kendati begitu, Air Quality Index (AQI) indeks yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di Jakarta mengalami kondisi naik turun. AQI AirVisual digunakan untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. AQI pada AirVisual untuk Jakarta sendiri melibatkan 8 lokasi pengukuran konsentrasi PM2.5 (debu polutan bsrukuran ~2.5 mikron).

Wilayah ini meliputi 3 lokasi yang berasal dari pengukuran instrumen terstandar internasional milik Lembaga Pemerintah (1 di BMKG Kemayoran dan 2 di US Embassy), sedangkan lainnya menggunakan instrument low-cost sensor milik Greenpeace dan perseorangan. AQI mempunyai rentang nilai 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

DKI Klaim Udara Membaik Pasca Ganjil-Genap, Data Airvisual Bicara LainKondisi udara Jakarta versi AirVisual. (Dok. Data Airvisual)

Pada hari Selasa (13/8), kualitas udara Jakarta berada di 113 alias tidak sehat bagi orang yang sensitif. Lalu, pada Rabu (14/8) nilainya naik menjadi 122. Sedangkan pada Kamis (15/8) naik lagi menjadi 157 sehingga masuk dalam kategori tidak sehat. Nilai ini naik kembali pada hari Jumat (16/8) menjadi 158.

Namun, pada hari Sabtu (17/8), nilai ini turun menjadi 149. Kemudian, pada hari Minggu (18/8) kondisi udara Jakarta membaik dengan nilai 126. Tetapi kondisi kualitas udara Jakarta kembali memburuk pada Senin (19/8) dengan nilai 153.


Sementara data dari AirVisual pada Selasa (20/8), pukul 16.05 WIB, menunjukkan kualitas udara Jakarta berada pada 94 alias moderat. Jakarta berada di peringkat 10 dunia. Sedangkan peringkat pertama diduduki oleh Kota Johannesburg, Afrika Selatan.



Tonton Video Riuh Ganjil Genap Jakarta:

[Gambas:Video 20detik]

(rdp/fjp)