detikNews
2019/08/20 14:51:10 WIB

Rusuh di Tanah Papua: Urutan Kejadian dan Penanganan Setelahnya

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Rusuh di Tanah Papua: Urutan Kejadian dan Penanganan Setelahnya Foto: Dampak pascakerusuhan di Manokwari (Antara Foto)

19/8: Pecah Rusuh di Manokwari dan Sorong

Buntut peristiwa bentrok mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang ini lantas menjadi pemicu kerusuhan di Kota Manokwari, Papua Barat. Lalu lintas kendaraan di sejumlah jalan di Kota Manokwari, Papua Barat, macet total.

sejumlah ruas jalan di Manokwari terutama Jalan Yos Sudarso diblokade massa. Aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas lumpuh.

Tak hanya memblokade jalan, warga juga menebang pohon dan membakar ban di jalan raya. Aparat kepolisian sudah turun ke jalan guna mengendalikan situasi.

Warga jalan Sanggeng Manokwari, Simon, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Papua terhadap insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Dia mengatakan aksi ini agar pemerintah cepat menyelesaikan permasalahan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Kerusuhan lantas melebar ke Sorong, Papua. Massa merusak Bandara Domine Eduard Osok, Sorong, dan membakar sebagian barang di bandara. Hingga akhirnya, jadwal penerbangan Timika-Sorong dibatalkan hari ini.

Bentrok lantas terjadi di asrama Mahasiswa Papua di Makassar. Mahasiswa bentrok dengan masyarakat sekitar. Namun, menurut penuturan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah, bentrok ini hanya karena salah paham.

Nurdin Abdullah menceritakan awal mula terjadinya bentrokan di asrama mahasiswa Papua awalnya karena ada warga yang mendatangi asrama tersebut.

Nurdin menyebut warga tersebut bermaksud untuk memastikan bahwa keamanan mahasiswa Papua di Makassar terjamin. Namun, warga tersebut malah diusir.

Menkopolhukam Pastikan Provokator Diusut

Menko Polhukam Wiranto turut memberikan pernyataan soal peristiwa di Surabaya dan Malang yang berbuntut aksi massa di Papua dan Papua Barat. Wiranto menegaskan Pemerintah menjamin stabilitas nasional. Wiranto juga mengimbau masyarakat agar tidak terpicu provokasi.

"Kepada seluruh masyarakat, saya mengimbau agar tidak terpancing dan terpengaruh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk merusak persatuan dan kedamaian kita sebagai bangsa yang bermartabat, ada itu berita hoax dan berita bohong, saya mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing, tidak terpengaruh," ujar Wiranto, Senin (19/8).

Jokowi Minta Saling Memaafkan

Hal senada juga disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi mengingatkan tentang kebaikan dalam memaafkan soal ketersinggungan masyarakat Papua terhadap kasus Surabaya dan Malang.

"Saudara-saudaraku, Pace, Mace, Mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah memaafkan. Emosi itu boleh, tetapi memaafkan lebih baik. Sabar itu lebih baik," kata Jokowi di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/8).

Para Kepala Daerah Teduhkan Situasi

Terkait hal ini, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta maaf kepada masyarakat Papua. Dia meminta maaf mewakili seluruh masyarakat Jawa Timur.

"Teman-teman semua ini antara lain yang terkonfirmasi ke beberapa elemen kemudian menimbulkan sensitivitas adalah kalimat-kalimat yang kurang sepantasnya terucap. Saya ingin menyampaikan bahwa itu sifatnya personal itu tidak mewakili masyarakat Jatim," kata Khofifah saat menemani kunjungan Kapolri di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin (19/8/2019).

Hal senada juga diungkapkan oleh Wali Kota Malang Sutiaji, yang mengaku ingin bertemu dengan Gubernur Papua Lukas Enembe. Sutiaji mengucapkan permintaan maaf, atas insiden yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Kalaupun ada insiden kecil yang dimaknai besar, kalau antar masyarakat kami mohon maaf sebesar-besarnya. Siapapun berhak menyampaikan pendapat, asalkan tidak keluar dari koridor hukum," kata Wali Kota Malang Sutiaji kepada wartawan di Balai Kota Malang Jalan Tugu.


Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) meminta maaf bila ada kesalahpahaman terkait kejadian di asrama mahasiswa Papua. Dia menyesalkan adanya kejadian tersebut.

"Saya pikir itu tidak perlu saya, sekali lagi kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf, tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu," kata Risma di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat.

Gubernur Papua Lukas Enembe pun turut angkat bicara. Dia lantas mengungkit cerita tentang sosok Gus Dur.

"Saya sampaikan orang Papua mencintai Gus Dur (Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid). Ibu gubernur (Khofifah) tuh kadernya Gus Dur, kenapa mahasiswa saya dianiaya seperti itu hanya karena masalah bendera, tidak dibenarkan," kata Lukas di halaman kantor Gubernur Papua, Jl Soa Siu Dok 2, Jayapura.

Rusuh di Tanah Papua: Urutan Kejadian dan Penanganan SetelahnyaFoto: Khofifah saat berdialog soal mahasiswa Papua (Hilda Meilisa Rinanda)

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko juga ikut bicara. Dia menegaskan tidak pernah mengeluarkan statement yang menyinggung warga atau mahasiswa Papua. Apa yang sebelumnya beredar dianggap tidak benar. Sofyan menanggapi pernyataan yang disampaikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

"Mohon maaf, saya merasa tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang beliau Bapak Gubernur ungkapkan itu," kata Sofyan Edi kepada detikcom, Selasa (20/8/2019).


Dalam kesempatan itu, dia juga ingin menegaskan tidak pernah memiliki niat memulangkan mahasiswa Papua yang tengah menjalani studi di Malang. Sofyan juga mengajak untuk merekatkan tali persaudaraan.

"Mari kita bersama-sama tetap merekatkan tali persaudaraan sesama anak bangsa. Jangan sampai kabar yang tidak benar merusak segalanya," tutur Sofyan.

Oknum yang Teriak Rasis Diselidiki

Sementara itu, Polda Jatim juga bertindak. Saat ini Polda Jatim sedang menyelidiki oknum yang mengeluarkan kata rasis ke mahasiswa Papua. Kata rasis ini diduga diucapkan oleh oknum saat sejumlah ormas menggeruduk Asrama Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya.

"Ini kita lagi selidiki dan kita sudah komunikasikan berita-berita ini dan kita ada pihak-pihak yang memang ini kita akan komunikasikan dengan instansi yang terkait," kata Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan di Rumah Dinasnya di Jalan Bengawan Surabaya, Senin (18/8/2019) malam.
(rdp/fjp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com