detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 14:43 WIB

Bupati Sigi Sebut Pembalakan Liar Jadi Penyebab Banjir

M Qadri - detikNews
Bupati Sigi Sebut Pembalakan Liar Jadi Penyebab Banjir Banjir di Sadaunta, Kecamatan Kulawi, Sigi (M Qadri/detikcom)
Sigi - Pemkab Sigi, Sulteng, mengakui pembalakan kawasan hutan menjadi penyebab banjir. Telah terjadi dua kali banjir bandang sepanjang 2019 yang menghancurkan banyak rumah penduduk.

"Iya benar ada pembalakan di hulu, tapi itu terjadi sekitar 10 sampai 15 tahun yang lalu. Dampaknya ya baru saat ini, pada saat terjadi gempa, menjadi pergeseran tanah sehingga, apabila hujan, akan terjadi banjir dan membawa tumpukan kayu," ujar Bupati Sigi, Irwan Lapata, Selasa (20/8/2019).

Karena itu, Pemkab akan menerapkan program penanaman 5.000 pohon di setiap desa. Saat ini sudah ada 198 ribu pohon yang ditanam.


"Tiga tahun terakhir kita sudah mulai menanam. Dengan ditanamnya ratusan ribu pohon, itu butuh perawatan dan penguatan dari kelompok yang sudah ditugaskan oleh masing-masing desa. Itu belum cukup, penanaman harus dilakukan agar di hulu kembali hijau," kata Irwan.

Sedangkan terkait pembalakan liar, Pemkab berkoordinasi dengan banyak pihak, termasuk Polri/TNI.

"Ini pembalakan liar dampaknya sangat parah sekali dan saya sudah tegaskan berapa kali atas kerjasamanya dengan semua elemen, tidak hanya TNI/Polri. Tidak boleh menebang pohon, sekalipun itu masuk dalam lahan warga. UU Lingkungan jelas, itu hukumannya penjara," terang Irwan.

Banjir bandang pada April 2019 terjadi di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan. Sedangkan pada awal Agustus, banjir bandang terjadi di Sadaunta, Kecamatan Kulawi.



Tonton video Banjir Bandang Terjang Sigi:

[Gambas:Video 20detik]


(fdn/fdn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com