detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 11:32 WIB

Hakim Tolak Praperadilan Tilang Elektronik 'Salah Alamat'

Yulida Medistiara - detikNews
Hakim Tolak Praperadilan Tilang Elektronik Salah Alamat Sidang praperadilan tilang elektronik di PN Jaksel, Selasa (20/8/2019) Foto: Yulida M-detikcom
Jakarta - Hakim tunggal Sudjarwanto menolak gugatan Denny Andrian Kusdayat, pemilik mobil yang menggugat Polda Metro Jaya karena tilang elektronik 'salah alamat'. Hakim menilai gugatannya tidak termasuk objek praperadilan.

"Dalam pokok perkara, menyatakan permohonan praperadilan pemohon tidak dapat diterima," kata hakim Sudjarwanto, membacakan putusan praperadilan, di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Selasa (20/8/2019).

Dalam pertimbangannya, hakim mengatakan objek praperadilan diatur dalam Pasal 77 KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karena permohonan pemohon terkait tidak sahnya surat nomor B/11199/VII/YAN.1.2/2019/Datro tertanggal 17 Juli (surat tilang elektronik), maka hakim menyatakan hal tersebut bukanlah objek praperadilan.





"Surat tersebut adalah surat dari Ditlantas merupakan surat konfirmasi pelanggaran lalu lintas. Terlepas penerbitan surat termohon tanggal 17 Juli tersebut dalam perkara dugaan pelanggaran lalu lintas, akan tetapi oleh karena objek praperadilan telah diatur limitatif sebagaimana telah dipertimbangkan diatas dan sangat jelas permohoanan tidak sahnya surat (e-tilang) tanggal 17 Juli tidak termasuk dalam objek praperadilan sehingga hakim berpendapat tidak berwenang memeriksa permohonan tersebut," papar Sudjarwanto.

Selain itu hakim dalam pertimbangannya menyebut tidak wajib mengikuti putusan hakim terdahulu. Hal itu terkait dalil permohonan pemohon yang meminta hakim melakukan penemuan hukum terkait tindakan lain dari penyidik yang menjadi objek praperadilan.

"Menimbang terhadap dalil tersebut hakim mempertimbangkan bahwa di Indonesia hakim tidak wajib mengikuti pertimbangan putusan sebelumnya," kata Sudjarwanto.





Sebelumnya, Denny mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polda Metro Jaya karena tidak terima ditilang elektronik atas pelanggaran yang tidak dia lakukan. Tilang itu dilayangkan kepadanya karena mobilnya pada saat itu digunakan oleh saudara iparnya, Mahfudi.

Mobil tersebut terekam kamera tilang elektronik di lokasi JPO Kemenpan RB, Jakarta Selatan pada 17 Juli. Denny menilai seharusnya bukan dia selaku pemilik mobil yang terkena tilang melainkan pihak yang mengendarai mobil tersebut.



Tonton video Video Pelajar Tuntut Penegakan Sila Ke-5 Pancasila, Usai Ditilang:

[Gambas:Video 20detik]


(yld/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com