detikNews
Selasa 20 Agustus 2019, 10:37 WIB

Sudin Nakertrans Jakbar: Pelatihan SIM A Umum untuk Tingkatkan Kualitas Sopir

Arief Ikhsanudin - detikNews
Sudin Nakertrans Jakbar: Pelatihan SIM A Umum untuk Tingkatkan Kualitas Sopir Ilustrasi SIM (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengkritik tujuan pelatihan SIM A Umum yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Apa kata Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudin Nakertrans) Jakarta Barat?

"Pelatihan SIM A Umum itu untuk meningkatkan kualitas para pengemudi yang sudah memiliki SIM A. SIM A kan buat jadi Grab (taksi online) saja nggak boleh kan nanti," ucap Kepala Sudin Nakertrans Jakarta Barat, Ahmad Yala saat dihubungi, Selasa (20/8/2019).

"Iya (angkot JakLingko), (SIM A) Umum sekarang," imbuhnya.


Pengemudi yang dimaksud adalah masyarakat umum ber-KTP Jakarta yang sudah memiliki SIM A dan ingin mendapatkan SIM A umum.

Ahmad mengatakan pelatihan itu akan dilakukan di seluruh wilayah Jakarta, tak hanya di Jakbar, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat saja. Sudin Nakertrans Jakarta Barat nantinya akan bekerja sama dengan lembaga pelatihan, dan Samsat Jakarta Barat.

"Pelatihan dengan rekanan nanti dilelang. Iya (polisi), rekanan kan juga kerja sama dengan Samsat. Dibawa ke Samsat untuk tes. kalau dari sekolah setir mobil kan ada (jalur), sudah pasti lulus," kata Ahmad.

Dia mengatakan pelatihan semacam ini bukan pertama kali dilakukan. Pada tahun lalu, kata Ahmad, pihaknya juga telah melakukan pelatihan kepada sopir pemula untuk mendapatkan SIM A.

"Dari yang memiliki SIM A yang kita latih, yang tahun lalu, kalau mereka mau beralih profesi jadi sopir Grap atau apa yang lebih tinggi, diperlukan keterampilan yang lebih sehingga dia memiliki SIM A Umum. (Peserta) bukan pemula," ungkapnya.

Ahmad mengaku jalannya pelatihan ini tinggal menunggu pengesahan APBD Perubahan yang masih dibahas bersama DPRD DKI Jakarta. Jumlah peserta pun tergantung berapa anggaran yang turun.

"Kemarin (target) 50, kalau ada perubahan ini nggak tahu, ini bisa berubah lagi apa enggak (jumlah peserta)," ucap Ahmad.

Tak sampai di SIM A Umum, Ahmad merencanakan pelatihan untuk SIM B Umum pada tahun 2020. Sehingga, mereka bisa menjadi sopir bus TransJakarta.

"Malah tahun depan kita ada SIM B Umum, di 2020. Mereka kita seleksi lagi, dari yang mereka punya SIM A Umum. Nanti kita salurkan," kata Ahmad.



Sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta mengkritik anggaran untuk pelatihan SIM yang dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. PDIP mengkritik tujuan dari pelatihan SIM tersebut.

"Pelatihan mengemudi SIM A Umum siapa yang dilatih dan untuk siapa manfaatnya? Mohon tanggapan atau penjelasan," Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Cinta Mega, dalam rapat Rancangan APBD Perubahan 2019 di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/8).



Simak video Uji Kir dan SIM A Umum Wajib bagi Taksi Online:

[Gambas:Video 20detik]


(aik/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com