detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 22:31 WIB

Round-Up

Pantun dan Pasang Surut Anies-Bestari

Tim detikcom - detikNews
Pantun dan Pasang Surut Anies-Bestari Anies Baswedan (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Bestari Barus saling melempar pantun di ruang sidang paripurna. Sebelum berbalas pantun, keduanya sempat mengalami pasang surut.


Dalam paripurna di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (19/8/2019), Bestari awalnya menyampaikan masukan dari fraksinya kepada Pemprov DKI Jakarta. Masukan pertama adalah penerapan pola 'Low Emission Zone' di Jakarta.

Terakhir, NasDem meminta ada pusat sejarah Betawi. Bestari menilai pusat sejarah Betawi sangat penting untuk pelestarian budaya.

Bestari kemudian menutup pidatonya dengan pantun. Berikut pantun yang dibacakan Bestari:

Lajulah laju perahu laju
Laju menuju Merdeka Selatan
Janganlah ragu wahai wargaku
Di sana ada Anies Baswedan

Jalan-jalan ke Balai Kota gedungnya megah juga mewah
Jangan malu untuk bertanya di saja ada Bang Saefullah

Pantun Bestari dibalas Anies. Orang nomor satu di DKI ini mendoakan kesuksesan Bestari yang tidak lagi menjabat sebagai anggota dewan di periode 2019-2024.

Berikut pantun yang dibacakan Anies:

Lari pagi dengan Pak Bestari, jauh sampai ke Warakas
Larinya sungguh laju, hampir-hampir tak berhenti
Selamat bekerja, selamat kembali sebagai anggota yang tak bertugas
Terima kasih sukses kepada anggota yang akan berganti

Ada toko buku di dalam pasar Kenari, ayo kita pergi ajak juga kakak dan adik
Baru Jumat lalu saya hadir di sini, hadir lagi karena ditunggu oleh DPRD

Sempat Pasang-surut

Sebelum berbalas pantun, keduanya pernah mengalami pasang surut. Misalnya terkait pengelolaan sampah di Jakarta, Anies merasa mendapat serangan salah sasaran. Hal ini berawal dari kunjungan DPRD DKI ke Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (29/7). Bestari saat itu menyoroti masalah sampah di Jakarta. Bahkan Bestari juga membandingkan anggaran penanganan sampah antara Jakarta dan Surabaya.


Kala itu, Bestari juga mengajak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk ke Jakarta. Namun bagi Anies, pernyataan Bestari itu adalah serangan yang salah alamat. Menurutnya, serangan itu turut menyasar gubernur-gubernur sebelumnya.

"Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta yang dia ikut tanggung jawab kemarin. Jadi beliau suka lupa, maunya menyerang gubernur sekarang, lupa ini menyerang gubernur-gubernur sebelumnya tuh," ucap Anies di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (31/7).


Selain masalah sampah, keduanya sempat berbalas argumen soal kekosongan kursi wagub DKI. Saat meladeni sesi wawancara dengan wartawan, Anies melontarkan canda kinerja Pansus Wagub DKI Jakarta selama ini.

"Kaya pansus aja maju-mundur," kata Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/8).

Bestari yang merupakan wakil ketua pansus, menilai Anies gagal paham soal tugas pansus di pemilihan wagub.

"Banyak yang gagal paham tentang mekanisme pemilihan Wagub DKI untuk pengisian kekosongan jabatan wagub. Pemilihan wagub itu bukan ranah kerja pansus. Pansus itu tugasnya hanya menyusun tata tertib (tatib) saja," ucap Bestari dalam keterangannya, Kamis (15/8).
(dkp/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com