detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 21:52 WIB

KPK Temukan Dugaan Suap Baru Rp 100 M di Kasus Emirsyah Satar

Ibnu Hariyanto - detikNews
KPK Temukan Dugaan Suap Baru Rp 100 M di Kasus Emirsyah Satar DOK.detikcom/Emirsyah Satar/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

KPK mengidentifikasi ada dugaan suap lain dalam kasus yang menjerat Emirsyah Satar. KPK menduga dugaan suap itu tak hanya berkaitan dengan pembelian mesin pesawat dari Rolls-Royce.

"Perkembangan penanganan perkara ini secara keseluruhan, sampai dengan hari ini KPK mengidentifikasi bahwa dugaan suap tersebut tidak hanya terkait dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat yang awalnya kami tangani yaitu yang diduga berasal dari Rolls-Royce," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019).

Febri mengatakan dugaan suap yang baru diidentifikasi KPK itu berkaitan dengan pengadaan pesawat lainnya seperti Airbus ATR dan pesawat bombardier yang diduga digunakan oleh Garuda dan Citilink. KPK menyebut nilai suap itu sebesar Rp 100 miliar.




"Dan nilai kami mengidentifikasi diduga itu mengalir pada tersangka dan sejumlah pihak dengan total sekitar Rp 100 miliar dalam berbagai bentuk mata uang baik Rupiah, USD, SGD Dollar atau pun Euro. Ini yang terus kami dalami lebih lanjut," ujar Febri.

Selain itu, dalam perkara suap tersebut, KPK hari ini memeriksa Senior Manager Head Office Accounting PT Garuda Indonesia, Norma Aulia. Norma dicecar KPK mengenai proses lelang pengadaan pesawat di PT Garuda.

"Terhadap saksi ini kami menjalani proses lelang yang terjadi di Garuda Indonesia untuk pesawat dan mesin pesawat," sebutnya.

Tak hanya perkara suap, KPK juga melakukan pemeriksaan 3 saksi berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang yang juga menjerat eks Direktur Utama PT Garuda Emirsyah Satar. Febri mengatakan dalam perkara ini, selain mencari pelaku, KPK juga menelusuri aliran pencucian uang.

"Karena strategi yang dilakukan KPK dalam kasus Garuda ini bukan hanya mencari pelaku-pelakunya tapi juga follow the money karena kami menangani 2 kasus sekaligus yaitu suap dan pencucian uang," ujarnya.

Dalam perkara dugaan suap pembelian mesin pesawat dari Rolls-Royce, KPK menetapkan 3 tersangka yakni Emirsyah Satar, Soetikno Soedarjo dan Mantan Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno. Selain itu, KPK juga menjerat Emirsyah Satar dan Soetikno sebagai tersangka pencucian uang.

Sangkaan pencucian uang itu ditelisik KPK dari sejumlah temuan baru di antaranya soal pemberian uang dari Soetikno ke Emirsyah dan Hadinoto untuk membayar sejumlah aset seperti rumah hingga mengirimkan uang ke rekening di luar negeri.




(ibh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com