detikNews
2019/08/19 19:49:13 WIB

Round-Up

Pesan Jokowi tentang Perlunya Memaafkan dalam Ketersinggungan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pesan Jokowi tentang Perlunya Memaafkan dalam Ketersinggungan Presiden Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Jalan-jalan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, hari ini dipadati massa. Mereka turun ke jalan, menuntut jaminan keamanan mahasiswa asal Papua di wilayah Jawa.

Dirangkum detikcom, Senin (19/8/2019), aksi demonstrasi yang berujung rusuh itu terjadi setelah ada insiden pengamanan mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Mereka kecewa karena asrama mahasiswa Papua dikepung aparat keamanan, menyusul merebaknya isu pelecehan terhadap bendera Merah-Putih.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) memaklumi kekecewaan masyarakat Papua. Namun dia mengingatkan tentang kebaikan dalam memaafkan.

"Saudara-saudaraku, Pace, Mace, Mama-mama di Papua, di Papua Barat, saya tahu ada ketersinggungan. Oleh sebab itu, sebagai saudara sebangsa dan setanah air, yang paling baik adalah memaafkan. Emosi itu boleh, tetapi memaafkan lebih baik. Sabar itu lebih baik," kata Jokowi di kompleks Istana Merdeka, Jakarta.

Dia menegaskan pemerintah senantiasa menjaga kehormatan warga Indonesia, termasuk di wilayah Papua dan Papua Barat. "Yakinlah pemerintah terus menjaga kehormatan dan kesejahteraan Pace, Mace, Mama-mama yang ada di Papua dan Papua Barat," tuturnya.


Permintaan maaf pun telah meluncur dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia meminta maaf kepada masyarakat Papua jika ada pernyataan warga Jatim yang kurang pantas kepada masyarakat Papua.

"Teman-teman semua ini antara lain yang terkonfirmasi ke beberapa elemen kemudian menimbulkan sensitivitas adalah kalimat-kalimat yang kurang sepantasnya terucap. Saya ingin menyampaikan bahwa itu sifatnya personal itu tidak mewakili masyarakat Jatim," kata Khofifah di RS Bhayangkara Polda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya.


"Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas nama masyarakat Jatim. Sekali lagi itu tidak mewakili masyarakat Jatim," imbuh dia.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com