detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 18:36 WIB

Diduga Tipu Nasabah Puluhan Miliar, WN Malaysia Bos Forex Dipolisikan

Budi Warsito - detikNews
Diduga Tipu Nasabah Puluhan Miliar, WN Malaysia Bos Forex Dipolisikan ilustrasi uang miliaran (Foto: grandyos zafna)
Medan - Warga Negara Malaysia dilaporkan ke Mabes Polri atas dugaan penipuan berkedok investasi. Para korban mengalami kerugian milaran Rupiah.

Terlapor diketahui berinisial JC alias BC bos perusahaan forex berinisial MFX. Korbannya merupakan 9 warga Sumatera Utara (Sumut) dan beberapa orang lainnya warga DKI Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Para korban melaporkan yang dialaminya tim kuasa hukum mereka dari Law Office HAAS & Associates yang terdiri dari Leonardo Silitonga, Andry William, Harton Badia Simanjuntak dan Susi Susanti.

"Laporan terhadap JC alias BC selaku Chief Executive Officer (CEO) MFX tertuang dengan laporan nomor STTL/371/VIII/2019/Bareskrim," ujar Harton Badia Simanjuntak kepada di Medan, Senin (19/8/2019).



Dalam laporan itu, terlapor berinisial JC alias BC diduga melakukan penipuan melalui media elektoktronik dan tindak pidana pencucian uang memggunakan perusahaan yang disebut berkedok dalam bisnis perdagangan forex.

"Saat ini ada 20 orang klien kami yang merasa menjadi korban penipuan oleh oknum tersebut," katanya.

Kasus dugaan penipuan ini, lanjutnya, berawal dari adanya seminar-seminar tentang MIA yang dilakukan oleh terlapor di beberapa kota di Indonesia seperti di Bali, DKI Jakarta, dan Medan.

Dalam memperkenalkan perusahaannya, JC menurut Harton mengklaim perusahaan mereka sebagai broker forex yang sangat berpengalaman dan memiliki izin sebagai broker forex di Australia dan dapat menghasilkan keuntungan sekitar 15 persen per bulan dari nilai investasi yang disetorkan.



"Hal itu membuat para klien kita yang kini menjadi korban percaya dan menanamkan investasinya. Di Indonesia MIA telah beroperasi sejak tahun 2017 secara daring dan melalui seminar-seminar, dan akhirnya terjadi loss trading pada 3 Juni 2019. Dimana seluruh modal yang ditanamkan oleh member saldonya menjadi nol bahkan ada yang sampai minus ," terang Harton.

Para member sempat mencoba mempertanyakan kepada JC atas apa yang dialami. Namun, hingga saat ini menurut mereka yang bersangkutan tidak kunjung memberikan solusi atas hilangnya uang mereka yang berjumlah total puluhan miliar.

"Justru kepada para korban hanya diberikan harapan-harapan tanpa ada jaminan uang mereka kembali," bebernya.

Ironisnya, kondisi itu justru membuat sesama korban saling mengadukan/melaporkan kepada pihak berwajib. "Sekarang ini yang terjadi sesama korban saling mengadukan. Yang mengajak diadukan oleh orang yang diajak padahal mereka sama-sama korban," ujarnya.

Pihaknya menduga, korban dari dugaan penipuan ini tidak hanya klien yang mereka tangani saja. Tetapi masih banyak pihak lain yang tersebar pada kota-kota lain di Indonesia. Karena itulah, mereka sangat berharap pihak Mabes Polri serius menangani kasus ini.

"Kami yakin ini korbannya sangat banyak dan jumlah uangnya mencapai triliunan rupiah. Kami berharap Mabes Polri serius menanganinya sehingga klien-klien kami memperoleh kepastian hukum atas kasus yang mereka alami," tandas Harton.

Selain korban yang telah melaporkan ke Mabes Polri, mereka berharap agar para korban bersama-sama melaporkan JC alias BC ke Mabes Polri.



(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com