detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 16:59 WIB

Risma Minta Maaf soal Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya

Yulida Medistiara - detikNews
Risma Minta Maaf soal Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Risma Harini (Rachman Haryanto/detikcom)
FOKUS BERITA: Rusuh di Tanah Papua
Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) meminta maaf bila ada kesalahpahaman terkait kejadian di asrama mahasiswa Papua. Dia menyesalkan adanya kejadian tersebut.

"Saya pikir itu tidak perlu saya, sekali lagi kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf, tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu," kata Risma di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Dia meminta semua pihak menahan diri buntut kejadian di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Risma mengingatkan tak ada perbedaan di antara suku satu dengan yang lain.


Ia menyebutkan, sejak 1928, Indonesia sudah menyatakan satu bahasa dan tanah air. Sebab, sejak peristiwa Sumpah Pemuda itu, seluruh anak bangsa di Nusantara menyatakan satu Indonesia. Terlebih kemerdekaan yang didapat Indonesia ialah hasil perjuangan bersama seluruh masyarakat Indonesia.

"Kemudian para pahlawan itu membuat pergerakan tahun 1928 di mana kemudian kita menyatukan satu tekad satu bahasa dan satu bangsa kita dan kemudian kita merdeka. Kalau sekarang kita lupa dengan arti kemerdekaan itu yang dibangun oleh seluruh lapisan masyarakat itu mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, bahkan ada pahlawan kemerdekaan dari Papua," kata Risma.


Menurutnya, kemerdekaan yang telah didapat Indonesia patut disyukuri sehingga masyarakat bisa dengan bebas belajar dan bekerja. Dia meminta masyarakat menjaga persatuan.

"Jadi saya imbau ayolah jangan kita merasa diri kita lebih tinggi dibandingkan dari yang lain, tidak ada itu, di mata Tuhan semua sama siapa pun kita dari manapun asal kita," kata Risma.


Sebelumnya, polisi sempat menangkap 43 mahasiswa untuk dimintai keterangan terkait dugaan pembuangan bendera Merah Putih, Sabtu (17/8). Mereka dijemput di Asrama Mahasiswa Papua untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Namun kemudian 43 mahasiswa tersebut akhirnya dipulangkan ke asrama.

Penjemputan ini sebelumnya juga sempat berlangsung alot. Mahasiswa awalnya tidak mau ikut polisi. Ketegangan sempat terjadi hingga polisi menembakkan gas air mata. Setelah itu, polisi menerobos masuk asrama, melakukan negosiasi, dan membawa 43 mahasiswa ke dalam 3 truk.
(yld/jbr)
FOKUS BERITA: Rusuh di Tanah Papua
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com