HNW Minta Polisi Segera Tangkap Penyebar Video Ustaz Somad soal Salib

HNW Minta Polisi Segera Tangkap Penyebar Video Ustaz Somad soal Salib

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 19 Agu 2019 16:56 WIB
Hidayat Nur Wahid/Foto: Screenshoot 20detik
Hidayat Nur Wahid/Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) meminta polisi segera mengejar penyebar video Ustaz Abdul Somad menjawab pertanyaan tentang salib yang viral di media sosial. Menurut Hidayat, Ustaz Abdul Somad berbicara dalam forum internal dan tidak seharusnya menyebar keluar.

"Kenapa dalam konteks ini polisi tidak mengejar mereka-mereka yang menyebarkan video ini keluar? Kan itu video di dalam, untuk kepentingan internal," kata Hidayat di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Hidayat mempertanyakan mengapa polisi tidak langsung mengusut penyebar video tersebut. Ia meminta pihak kepolisian bekerja secara proporsional.

"Menyebarkannya keluar, di luar izin daripada Ustaz Abdul Somad dan menghadirkan kehebohan, biasanya polisi langsung ngejar. Kok kali ini tidak ya? Jadi menurut saya harusnya masalah-masalah ini diproporsionalkan, karena tugas polisi adalah menegakkan hukum yang adil, dan tegakkanlah secara berkeadilan," ujarnya.

Hidayat curiga ada pihak-pihak yang ingin memecah belah kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

"Karena juga, khawatirnya nih, ini adalah upaya untuk mengadu domba antarumat beragama. Untuk kemudian kalangan Kristiani marah, nanti kalangan Islam marah, untuk kemudian yang diuntungkan adalah mereka-mereka yang tidak suka melihat umat beragama yang rukun, yang diuntungkan adalah mereka yang ingin memecah belah NKRI," ucapnya.

Seperti diketahui, video UAS yang membahas tentang salib beredar di media sosial. Beredar kabar UAS dilaporkan ke Polda NTT, tapi Kabid Humas Polda NTT Abraham Abast pada Minggu (18/8) menyebut pihaknya belum menerima laporan.

UAS mengaku heran video pengajiannya yang menjawab pertanyaan jemaah soal salib menjadi viral. UAS menyebut pengajiannya itu dilakukan sekitar tiga tahun lalu. UAS menjelaskan penjelasannya mengenai salib merupakan pertanyaan dari jemaah. Dia menyebut lokasi pengajian saat itu berada di Pekanbaru, Riau.



UAS menegaskan pengajiannya dilakukan dalam forum tertutup. Pihaknya mengaku apa yang diucapkan untuk internal jemaah yang semuanya umat Islam.

"Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu. Saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa bersalah, saya tidak pula merusak persatuan dan kesatuan bangsa," tuturnya. (azr/fjp)