detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 14:16 WIB

Hakim Lasito Ngaku Disuruh Atasan Terima Suap, MA: Orang Bodoh yang Percaya

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Hakim Lasito Ngaku Disuruh Atasan Terima Suap, MA: Orang Bodoh yang Percaya Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah (ari/detikcom)
Jakarta - Hakim nonaktif Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Lasito menganggap apa yang dilakukannya dalam kasus suap dengan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi merupakan perintah atasan. Mahkamah Agung (MA) membantah dan menilai alasan Lasito tak bisa dipercaya.

"Itu mencari alasan yang tidak relevan, hanya orang bodoh yang percaya itu," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah, di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Abdullah menilai tak ada atasan yang menyuruh anak buahnya melakukan penyimpangan di pengadilan. Alasan penggunaan uang suap untuk pembangunan pengadilan juga dibantah MA.

"Mana ada atasan merintah melakukan penyimpangan perilaku, itu kan tidak ada. Dia dunia mana pun tidak ada atasan memerintah berbuat jelek," ucapnya.

"Itu tidak betul, membangun pengadilan itu sudah direncanakan sebelumnya, tidak bisa pengadilan itu dibangun hari ini kepingin hari ini dibangun, tidak boleh," imbuh Abdullah.

Lasito sebelumnya dituntut jaksa KPK dengan hukuman 5 tahun bui dan denda Rp 700 juta subsidair 6 bulan penjara. Usai sidang, Lasito menyebut uang suap itu dipakai untuk pembangunan kantor.

"Perintah pimpinan itu, dan itu sudah dipakai pembangunan rehab kantor," kata Lasito sambil berjalan keluar ruang sidang, Selasa (13/8/2019).



Tonton juga video Suap Dana Hibah, Pejabat Kemenpora Dituntut 7 Tahun Bui:

[Gambas:Video 20detik]


(abw/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com