detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 11:35 WIB

Rahmat Effendi Sebut 80 Persen Warganya Setuju Bekasi Masuk Jakarta

Isal Mawardi - detikNews
Rahmat Effendi Sebut 80 Persen Warganya Setuju Bekasi Masuk Jakarta Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut kotanya lebih cocok masuk ke Jakarta apabila Provinsi Bogor Raya terbentuk. Menurutnya, sebagian besar warga Kota Bekasi setuju jika bergabung dengan Jakarta.

"Kalau dijajak pendapat pasti 60, 70, 80 persenlah pasti, karena DKI kan punya support yang luar biasa. Tapi kemarin saya baca di medsos, ya karena DKI mau menguasai (TPST) Bantargebang. Apa yang dikuasai? Orang di sana dia, TPA juga milik dia kok bukan punya kita, kecuali nggak ada yang dikuasai apalagi dalam satu kesatuan antardaerah, satu kesatuan nasional kan NKRI," ujar Rahmat Effendi di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (19/8/2019).

Selain itu, pria yang akrab disapa Pepen itu menyatakan ada beberapa keidentikan antara Kota Bekasi dan Jakarta. Selain dari sisi historis, Bekasi memiliki kultur yang mirip dengan Jakarta.

"Bogor mah gagas Provinsi Bogor Raya. Kita sampaikan Bekasi itu polisinya sudah ke Polda Metro Jaya, tentaranya ke Jayakarta. Administratif hirarkisnya. Saya kan delapan keturunan di Bekasi ya, dulu keresidenan Jatinegara itu, Jatinegara, Cilincing, Bekasi. Tahun 76 Cilincing-Cakung diambil menjadi Jakarta. Tahun 50-an Bekasi itu keluar Jatinegara. Tahun 76 Cilincing-Cakung diambil, kita dapat stadion. Nah sekarang kita tinggal hasil pemekaran kabupaten/kota tentunya punya historis budaya, sejarah," ujar Pepen.


Mengenai penamaannya sendiri, Pepen tidak mau ambil pusing. Jika Bekasi masuk ke Provinsi Jakarta, dia setuju bila Bekasi berubah nama menjadi DKI Jakarta Tenggara.

"Dulu itu Jatinegara sampai ke (Bekasi) selatan. Nah katanya ada DKI Jakarta Tenggara, whatever lah mau DKI Jakarta Tenggara. Pada prinsipnya, di sini ada kepala daerah, ada DPRD. Sepanjang semua adalah kepada kepentingan dan percepatan pembangunan kenapa tidak?" lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan kajian soal usulan perluasan wilayah hingga pembentukan Provinsi Bogor Raya. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kajian ini akan selesai pada akhir 2019 nanti.

Beberapa wilayah yang bisa menjadi bagian dari Provinsi Bogor Raya adalah Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Cianjur, Depok, Kota Bogor, Karawang, dan Subang.





Simak video Demi Revitalisasi, Rumah Liar di Bantaran Kali Bahagia Akan Digusur!:

[Gambas:Video 20detik]


(isa/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com