detikNews
Minggu 18 Agustus 2019, 23:55 WIB

Laporan Dari New Delhi

Senangnya Pedagang India Jual Produk Indonesia: Laris, Cepat Lakunya

Haris Fadhil - detikNews
Senangnya Pedagang India Jual Produk Indonesia: Laris, Cepat Lakunya Pedagang India Jual Produk Indonesia (Foto: Haris/detikcom)
New Delhi - Produk makanan Indonesia rupanya punya tempat tersendiri bagi pedagang di pasar-pasar India. Salah satunya Ashok Luthra yang mengaku senang menjual produk-produk Indonesia, khususnya makanan.

Ashok merupakan salah satu pedagang di I.N.A Market, New Delhi. Ada sejumlah produk Indonesia yang dijual di toko milik Ashok.

"Ini sudah lama, sekitar 20 tahun (jual produk Indonesia)," kata Ashok saat berbincang di tokonya, Minggu (18/8/2019) malam waktu setempat.


Foto: Haris/detikcom


Ashok sendiri sudah lancar bicara bahasa Indonesia. Dia mengatakan produk Indonesia yang dijualnya sangat cepat habis, terutama saat musim dingin karena orang menyimpang stok makanan.

"Cepat sekali, habis, datang lagi," ucapnya.

Produk Indonesia paling laris, kata Ashok, adalah mi instan dan kecap. Dia mengatakan produk-produk tersebut kerap dibeli dalam jumlah banyak oleh warga India ataupun orang Indonesia yang tinggal di New Delhi.

"Sekarang lagi panas tidak begitu, kalau dingin baru. Sekarang bagus sih. Kalau panas orang tidak banyak ke sini, tapi nanti pas dingin baru datang," ujarnya.


Foto: Haris/detikcom


Salah satu yang dijual adalah mie instan asal Indonesia. Ashok menjual mie instan dalam satu pak yang berisi lima bungkus mie instan seharga 200 rupee.

Ada juga kecap dan saos tiram asal Indonesia yang di jual di sini. Ashok mengatakan di momen-momen tertentu, seperti hari raya, orang-orang banyak membeli kue kering atau cookies asal Indonesia untuk diberikan ke kerabat sebagai hadiah.

"Orang beli cokelat, Indonesia, cookies bagus punya Indonesia. Itu only festival. Orang buat hadiah Deepavali. Bagus ya packingnya besar-besar untuk hadiah, Christmas, tahun baru," tuturnya.

Foto: Haris/detikcom


Ashok juga punya cerita sendiri soal salah satu merek mie instan asal Indonesia yang dijualnya. Katanya, mi instan tersebut ada juga yang diproduksi di India namun tak laris karena rasanya sudah berbeda.

Orang-orang tetap mencari produk mie instan yang diimpor langsung dari Indonesia karena rasanya lebih enak. Padahal, harga mie instan impor itu lebih mahal, namun tetap saja laris.

"Ini satu 40 rupee karena ini lima jadi 200 rupee. India punya 15 rupee (satuannya), lebih murah tapi orang tidak mau karena rasanya lain. Kalau sebulan bisa 200 pak (isi lima bungkus). Itu musim panas, kadang 150 pak juga. Kalau musim dingin lebih lagi bisa double, 300 pak," ucapnya.
(haf/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com