detikNews
Minggu 18 Agustus 2019, 20:00 WIB

Round-Up

Ragam Kisah Panjat Tiang Bendera Demi Merah Putih

Tim detikcom - detikNews
Ragam Kisah Panjat Tiang Bendera Demi Merah Putih Anggota TNI AD memanjat tiang untuk membetulkan bendera yang tersangkut di Banyuwangi (Foto: dok istimewa)
Jakarta - Dirgahayu Indonesia! Perayaan HUT ke-74 RI pada 17 Agustus 2019 menyisakan beragam cerita menarik, tetapi ada pula yang agak nahas.

Hampir setiap tahun ketika memperingati ulang tahun RI terjadi insiden di mana bendera Merah Putih tersangkut di tiang bendera. Selalu saja muncul sosok yang rela berkorban memanjat tiang bendera demi Merah Putih.

Berbagai peristiwa itu terjadi di sejumlah wilayah. Seperti yang terekam di Banyuwangi ketika seorang anggota TNI Angkatan Darat membetulkan kaitan bendera.




Bahkan ada pula seorang siswa SD di Ambon yang menyelamatkan Merah Putih yang terlepas dari kaitan. Namun dari cerita-cerita itu, ada pula yang nahas ketika seorang pasukan pengibar bendera (paskibra) terjatuh karena tiang yang dinaikinya patah di Alor.

Bagaimana pun juga keberanian dari mereka patut diacungi jempol karena mengambil risiko agar Merah Putih tetap berkibar. Seperti apa kisahnya, berikut rangkuman detikcom:



Aksi Heroik Tentara Betulkan Bendera Tersangkut

Sertu I Wayan Budiarta spontan berlari ke arah tiang bendera di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi. Sebab, bendera Merah Putih yang berkibar di tiang itu tersangkut sehingga tidak bisa diturunkan dalam upacara penurunan bendera.

"Anggota kami memang langsung naik ke atas tiang setelah mencopot sepatu. Dia memang nekat. Padahal angin saat itu sangat kencang," ujar Danramil Wongsorejo selaku inspektur upacara Kapten Inf Totok Yulianto pada Sabtu (17/8/2019).

Sertu Wayan memang tercatat sebagai anggota dari Koramil Wongsorejo. Dia membetulkan tali bendera yang terjepit besi dan rel dari tiang bendera.




"Setelah dicek naik, baru diketahui tali itu ternyata terjepit. Diduga memang angin sangat kencang," ucap Totok.

Salah seorang pelatih paskibra, Sertu Nurhadi, mengaku sudah memprediksi kendala tersebut dengan mengecek kondisi tiang bendera. Namun kondisi angin kencang membuat bendera itu tersangkut.

"Sudah kita cek tapi ternyata angin kencang membuat bendera terjepit. Kami lakukan evaluasi lagi saat ini," kata Nurhadi secara terpisah.



Siswa SD di Ambon Panjat Tiang Belasan Meter Betulkan Bendera

Insiden serupa juga terjadi di Ambon, Maluku. Namun yang terjadi bukanlah tersangkut tetapi tali pengait bendera terlepas.

Seorang siswa SD Inpres 85 bernama Sandi Lawerang spontan memanjat tiang belasan meter tersebut. Ketika peristiwa itu terjadi para peserta upacara dan guru berteriak dari sekeliling meminta Sandi berhati-hati.

Saat di tengah tiang, guru berinisiatif memberikan tongkat untuk membantu Sandi mengaitkan bendera yang terlepas di ujung tiang. Setelah berhasil mengaitkan kembali bendera, Sandi disambut peserta upacara.

Ragam Kisah Panjat Tiang Bendera Demi Merah PutihSandi Lawerang ketika memanjat tiang untuk membetulkan bendera (Foto: dok istimewa)


"Ingin menyelamatkan bendera merah putih yang jatuh saat upacara 17 Agustus" kata Sandi.

Guru SD Inpres 85 Ambon, Juwita Utami, mengatakan Sandi merupakan siswa yang aktif dan dikenal suka menolong teman sekolahnya.

"Siswa ini sehari- harinya seperti anak yang lain cuma ketika ada yang ingin membantu ia cepat menolong," ujarnya.



Paskibra di NTT Jatuh dari Tiang saat Perbaiki Bendera Nyangkut

Seorang paskibra di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisiatif memperbaiki bendera Merah Putih yang tersangkut di tiang bendera. Namun tiang bendera yang dipanjat itu malah patah.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 17 Agustus kemarin di Lapangan Desa Alemba yang berada di Kecamatan Lembur. Siswa yang menjadi paskibra itu berinisiatif memperbaiki bendera yang tersangkut saat upacara penurunan bendera.

"Dia berinisiatif dia naik panjat, mungkin karena beban tubuhnya terlalu berat sehingga tiang itu patah," sebut Kabid Humas Polda NTT Kombes Jules Abraham Abast saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/8/2019).




Paskibra itu pun jatuh pingsan. Jules menyebut paskibra itu langsung dilarikan ke puskesmas terdekat.

"Sejak tadi malam sudah sadar," imbuh Jules.

Jules mengatakan bila paskibra itu tidak mengalami patah tulang atau cedera serius lainnya. Kondisi paskibra itu saat ini disebut Jules sudah tidak masalah.

"Tidak ditemukan patah tulang dan sebagainya. Lecet-lecet saja," kata Jules.
(dhn/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com