Soal Gelar Akademik, Dosen Ini Raih Doktor dari Unpad di Usia 91 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 18 Agu 2019 16:07 WIB
Foto: Herman Tjiknang usai diwisuda (dok.unpad)
Foto: Herman Tjiknang usai diwisuda (dok.unpad)
Jakarta - Dosen Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta, Yenita meraih 13 gelar akademik di usia 39 tahun. Beda dengan Yenita, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pertiba, Pangkalpinang, Hermain Tjiknang menyabet gelar doktor di usia 91 tahun.

Sebagaimana dikutip dari website Unpad, Minggu (18/8/2019), Hermain menyabet gelar itu pada 2014 dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan diwisuda pada 4 Februari 2014. Sehari-hari, Hermain yang lahir di Muntok, Bangka, 26 Juni 1922 itu aktif mengajar di STIH Pertiba, Pangkalpinang.

"Saya tidak bisa berhenti mencari ilmu. Sebagai seorang dosen wajib untuk menambah ilmu lalu menuangkannya kembali ke para mahasiswa. Meskipun sudah tua, jangan lupa belajar," ungkap Hermain selepas Prosesi Wisuda Lulusan Gelombang II Unpad Tahun Akademik 2013/2014, di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Bandung.


Menaiki kursi roda, Hermain mengikuti Sidang Prosesi Wisuda Unpad dan dinobatkan sebagai Wisudawan Tertua. Banyak wisudawan yang memberikan tepuk tangan salut dan ucapan selamat kepadanya.

Hermain mampu menyelesaikan program doktornya dalam waktu 5 tahun. Namun, ia mengakui banyak kendala yang ditemui tatkala menyelesaikan disertasinya.

"Disertasi saya sampai 7 kali direvisi oleh promotor," kenang Hermain.

Setelah melalui proses yang panjang, Hermain pun berhasil meraih gelar Doktor pada Sidang Terbuka Promosi Doktor pada 17 Januari 2014 lalu. Saat itu, ia berusia 91 tahun 7 bulan. Disertasinya berjudul 'Perlindungan Hukum Atas Pekerja Alih Daya (Outsourcing) Berdasarkan Keadilan dalam Perselisihan Hubungan Industrial Akibat Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak'.


Meski sudah tidak muda lagi, Hermain masih datang ke kampusnya seminggu 3 kali untuk mengajar untuk mahasiswa S1 dan S2. Perguruan tinggi itu juga didirikan oleh Hermain bersama rekan lainnya pada tahun 1982.

"Saya memang cinta dengan dunia pendidikan. Sejak ditawan Belanda, saya sudah mengajar pejuang-pejuang yang kala itu juga ditahan. Sebagai pejuang saya harus tetap menuntut ilmu," jelas kakek 9 cucu ini.

Suami dari Federika Henderika dan ayah dari Yasyntha Tjiknang, Patricia Iriyani Tjiknang, Suzanna Indrawati, Nicolina, dan Hendra Sarjana ini berharap para generasi muda dapat lebih giat menuntut ilmu.

"Agar Indonesia maju, kita harus mencari pendidikan. Bagi saya pendidikan sekarang jauh lebih baik dari sistem pendidikan pada zaman kolonial dulu," ungkapnya.

Sementara itu, Yasyntha memandang sosok ayahnya sebagai pekerja keras.

"Beliau patut dicontoh, dan saya ingin mencontohnya. Semangat ayah selalu luar biasa," kata Yasyntha.

Sebulan setelahnya, Hermain dipanggil Yang Maha Kuasa dan berpulang ke Rahmatullah.


Sebelumnya, pada 23 November 2010, Unpad juga mewisuda Hj Siti Maryam Salahuddin yang meraih gelar doktor pada usia 83 tahun. Adapun Mooryati Soedibyo meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia di usia 80 tahun pada 2007 silam.

(asp/rvk)