Video HUT RI Versi Lelang Picu Kontroversi, Triawan Munaf Klarifikasi

Video HUT RI Versi Lelang Picu Kontroversi, Triawan Munaf Klarifikasi

Isal Mawardi - detikNews
Minggu, 18 Agu 2019 14:35 WIB
Triawan Munaf (Isal Mawardi/detikcom)
Triawan Munaf (Isal Mawardi/detikcom)
Jakarta - Video HUT ke-74 RI versi pelelangan (open bidding) yang diunggah sejumlah tokoh di media sosial memunculkan kontroversi. Salah satu tokoh yang mengunggah video itu ialah Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, yang kemudian memberikan klarifikasi.

Berikut ini isi video HUT RI yang dimaksud:

Silakan Bapak-Ibu, tawaran perpecahan dimulai di atas 1945.
Lelang dimulai. Oke, penawar pertama.
1948 kita punya PKI. Ada lagi? Ada lagi?
Yak makin naik 1950 ada Republik Maluku Selatan. Ada yang lebih tinggi?
Yak 1953 diajukan DII/TII.
Oke 1957 ada Permesta.
1958. 1958. Ada yang berani di 1958? Yak 1958 oleh PRRI.
Oke, PKI kembali di 1965. Ada lagi?
Yak Gerakan Aceh Merdeka berani di 1976. Ada yang lebih dari Gerakan Aceh Merdeka?
1982. Yak, Organisasi Papua Merdeka menawar pemberontakan di 1982. Ada lagi yang bisa lebih?
Oke. 1984 oleh kerusuhan Tanjung Priok.
Yak di sana 1998 kerusuhan Mei.
Yak menembus angka 2000. Ada 2019 kericuhan Pemilu.
Ada lagi? Ada lagi?
Dan hingga kini masih banyak yang berharap bisa memecah negeri ini. Tapi semoga harga kita untuk Indonesia yang satu takkan pernah bisa ditawar.

Video ini ramai dibahas di media sosial serta memunculkan pendapat pro dan kontra. Triawan Munaf mengakui sempat mengunggah video itu. Menurut Triawan, video tersebut bukan buatannya.

"Itu bukan punya saya, itu saya diminta oleh teman untuk upload itu, saya upload, karena message-nya bagus, bahwa ada potensi perpecahan di setiap event. Jadi bukan menyalahkan satu event siapa yang salah, bukan," ujar Triawan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/8/2019).


Menurutnya, pesan dari video 'open bidding' itu ialah masyarakat Indonesia mesti hidup damai agar kesatuan dan persatuan tidak pecah. Tidak ada niat menyalahkan siapa-siapa lewat video itu.

"Itu tidak menyalahkan siapa-siapa. Jadi kita mesti hidup damai, mesti hidup apa namanya nggak boleh ribut-ribut supaya, kesatuan kita tidak terkoyak-koyak, itu aja, bahwa Indonesia sudah melalui berbagai, tidak menyalahkan siapa-siapa. Di video itu juga tidak menyalahkan siapa siapa kan," ujar Triawan.

Triawan mengatakan video tersebut tidak diproduksi oleh Bekraf. "Dari Pak Wahyu," ujar Triawan.


Di akun Twitter-nya, Triawan juga sempat mengklarifikasi terkait video itu. "Terima kasih atas kritik dan masukannya. Perlu saya klarifikasi bahwa video itu bukan buatan atau dibiayai oleh @bekrafID, saya memforward video kreasi @wahyukentjana Mohon maaf sedalam-dalamnya apabila dirasa konten video forward saya tsb tidak akurat," demikian cuitan Triawan.



Unik! Semua Petugas Upacara HUT RI di Yogya Bernama Agus:

[Gambas:Video 20detik]

(isa/imk)