detikNews
Minggu 18 Agustus 2019, 11:39 WIB

Kapolda Metro Cek Kabar Intimidasi Wartawan Saat Demo Buruh

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Kapolda Metro Cek Kabar Intimidasi Wartawan Saat Demo Buruh Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono (Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Tangerang Selatan - Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono angkat bicara soal kabar sejumlah wartawan yang mengalami intimidasi dari oknum polisi ketika meliput demo buruh di depan Gedung DPR beberapa waktu lalu. Gatot mengaku akan mengecek informasi tersebut.

"Jadi nanti kita lihat ya, saya kan belum lihat permasalahannya apa," ucap Gatot seusai mengikuti kegiatan sepeda santai di Jalan Raya Utama BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (18/8/2019).

Gatot malah menyoroti kegiatan demo buruh yang menurutnya tidak mengantongi izin kepolisian. Meski begitu, menurut Gatot, Polda Metro Jaya tidak begitu saja membubarkan aksi yang berlangsung pada Jumat, 16 Agustus kemarin.



"Seperti aksi kemarin itu kan kita tidak memberikan izin kegiatan dari Polda Metro Jaya, tetapi kita juga tidak membubarkan semuanya. Tapi kita juga mengambil langkah-langkah, mana yang kira-kira dapat menimbulkan kerawanan-kerawanan, kita ambil diskresi kepolisian," sebut Gatot.

Dalam kondisi seperti itu, Gatot menyebut kejadian apapun bisa saja terjadi. Namun Gatot tetap tidak menutup mata apabila terjadi kesalahpahaman, baik dengan massa pendemo maupun wartawan yang meliput.

"Kalau ada accident sedikit tentunya bisa dipahami. Kalau kekurangan-kekurangan juga kita melakukan nanti evaluasi," kata Gatot.

"Kita pelajari lebih lanjut, saya kan belum tahu tuh, laporan resminya ke saya belum, nanti kita lihat," imbuh Gatot.




Peristiwa intimidasi tersebut terjadi sebelumnya pada Jumat, 16 Agustus 2019 di depan Gedung TVRI, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Sejumlah wartawan mengaku mendapatkan intimidasi dari oknum kepolisian ketika mendokumentasikan kegiatan polisi yang meminta massa buruh membubarkan diri.

Atas kabar tersebut sebelumnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono telah menyarankan agar siapapun yang merasa mengalami intimidasi untuk melaporkannya ke Propam Polda Metro Jaya. Di sisi lain, Argo juga menyampaikan permintaan maaf pada para wartawan yang merasa mengalami hal tersebut.

"Silakan laporkan kepada Propam Polda Metro Jaya seandainya ada anggota kepolisian yang melakukan hal-hal tersebut dan kami Polda Metro menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi," ujar Argo, Minggu (18/8).



Tonton juga video Kronologi 3 Polisi Terbakar Hidup-hidup dalam Demo di Cianjur:

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com