detikNews
2019/08/18 07:10:59 WIB

Round-Up

Suara Lantang Anies dari Pulau Reklamasi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Suara Lantang Anies dari Pulau Reklamasi Anies Pimpin Upacara HUT RI di Pulau Reklamasi. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta memutuskan menggelar upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi. Keputusan itu bukan tanpa makna. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin menunjukkan simbol dari kegiatan tersebut.

Kepastian Pemprov DKI menyelenggarakan upacara HUT RI di Pulau D hasil reklamasi tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Upacara Pengibaran Bendera dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 RI. Ingub tersebut diteken Anies 12 Agustus 2019 lalu. Isi instruksinya, Anies meminta pegawai di Pemprov DKI Jakarta datang ke upacara pada Sabtu (17/8) mulai pukul 07.30 WIB.



Anies memberi penjelasan maksud dan tujuan digelarnya upacara kemerdekaan di pulau buatan itu. Dia mengaku ingin menunjukkan pulau tersebut milik seluruh warga DKI, bukan segelintir orang.

"Dahulu lahan hasil reklamasi adalah wilayah tertutup, bahkan media masuk ke sana tidak bisa, dijaga ketat seakan-akan itu milik pribadi. Seakan-akan milik swasta. Kemudian kita ubah kawasan itu menjadi kawasan terbuka milik Republik Indonesia yang seluruh warga negara bisa masuk ke kawasan itu," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Di hari H, Anies jadi pimpinan upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi. Kepala Bidang Penyidik PNS (Kabid PPNS) Satpol PP DKI Jakarta Eko Saptono berlaku sebagai komandan upacara.

Dalam pidatonya, Anies lantang bicara soal wajah baru Jakarta. Dia mengatakan Pemprov DKI terus berupaya meningkatkan daya saing dan keunggulan kota melalui berbagai program strategis. Lewat wajah baru Jakarta, Anies akan mewujudkan kota yang maju, lestari, dan berbudaya.

"Warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua," ujar Anies dalam pidatonya di Pulau D Reklamasi, Sabtu (17/8/2019).



Wajah baru Jakarta yang dimaksud Anies bukan sekadar tampilan luar. Eks Mendikbud ini menekankan lagi, perubahan Jakarta juga diupayakan dari cara bekerja hingga sudut pandang.

Maka itu, penting bagi Anies adanya sumbangsih ide dan gagasan dari anak bangsa untuk memajukan sebuah kota maupun negara. Paling dasar, kata dia, harus dimulai dari gagasan untuk memajukan Jakarta.

"Bila kita menyaksikan integrasi antarmoda transportasi, bangunan MRT. Gagasannya adalah untuk membuat lebih banyak ruang interaksi antarwarga. Bila kita menyaksikan trotoar yang lebih luas, ramah untuk kaum difabel. Maka di belakangnya ada gagasan tentang membuat fasilitas publik yang setara bagi semua, bila kita menyaksikan taman-taman baru yang ada di Jakarta. Maka di belakangnya ada gagasan tentang menjadikan taman-taman sebagai tempat retensi air, tempat berekspresi. Karena itu dibangun bersama masyarakat, bukan sekadar oleh pemerintah sendiri," tuturnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com