detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 11:41 WIB

Unik, Peserta Upacara HUT Ke-74 RI di Bali Pakai Busana Adat Nusantara

Aditya Mardiastuti - detikNews
Unik, Peserta Upacara HUT Ke-74 RI di Bali Pakai Busana Adat Nusantara HUT ke-74 RI di Bali (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Dewata berlangsung khidmat dan meriah. Beberapa peserta upacara terlihat memakai busana adat Nusantara.

Upacara berlangsung tepat pukul 10.00 Wita di Lapangan Nitimandala Renon, Denpasar, Bali, Sabtu (17/8/2019). Gubernur Bali Wayan Koster bertindak selaku inspektur upacara dan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama bertugas sebagai pembaca naskah Proklamasi.

Koster mengatakan, pada upacara peringatan HUT ke-74 RI ini, dia memang mengedarkan imbauan agar peserta memakai busana adat. Sebab, kata Koster, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja menggunakan busana adat Bali.


"Ya, saya kira bagus karena Bapak Presiden itu menyampaikan pada saat upacara 17 Agustus di Istana, beliau akan menggunakan busana adat Bali sampai meminta dinas kebudayaan menyiapkan alternatif busana sudah dikirim. Beliau memilih busana adat Bali, 17 Agustus ini, termasuk Kongres V PDIP kemarin beliau minta pada Dinas Kebudayaan. Beliau pakai busana adat Bali, masa kita nggak," ujar Koster.

"Makanya Pak Sekda saya tugaskan mengedarkan surat undangan saya tugaskan menggunakan busana adat daerah. Jadi kalau dari Sumatera, busananya Sumatera, kalau Jawa ya Jawa, kalau Kalimantan ya kalimantan. Karena Bali banyak, ya busana adat Bali, kalau kayak gini kan bagus," cetusnya.

Koster mengatakan penggunaan busana adat Nusantara ini bakal jadi busana para peserta peringatan HUT RI tiap tahun. Koster menyebut penggunaan busana adat Nusantara ini bisa membangkitkan semangat kebinekaan dan memperkuat persatuan.

"Iya setiap tahun. Bahkan saya akan memberi masukan ke Presiden, beliau akan datang tanggal 20 (Agustus) supaya setiap upacara 17 RI seluruh Indonesia menggunakan busana adat. Kan bagus membangkitkan spirit nilai-nilai budaya Nusantara, kebinekaan, saya kira bagus untuk membangun persatuan dan kesatuan Indonesia," tuturnya.


Terpisah, Ketua Ikatan Keluarga Minang Saio (IKMS) Sukmawati mengaku bangga menggunakan busana adat daerahnya. Para wanita anggota IKMS hadir menggunakan baju batabue, lengkap dengan suntiang-nya.

"Alhamdulillah ini wujud kecintaan kami," kata Sukmawati.

"Biarpun kami berbeda-beda, tapi kami tetap satu," sambung anggota IKMS Fadillah Abdullah.

Hal senada disampaikan Samuel S Kalumbang, Ketua II Ikatan Keluarga Sumba Barat Daya (IKSD). Dia bersama lima anggotanya hadir memakai kain khas dari daerahnya lengkap dengan parang.

"Ini ada selendang, kain paniang untuk kalabo, parang. Kalau parang di daerah kami biasa digunakan untuk budaya," tuturnya.


Samuel mengaku bangga bisa memakai busana adat daerahnya untuk mengikuti peringatan 17-an di Bali. Dia berharap, dengan mengenalkan adatnya, hal itu bisa mengurangi citra negatif warga Sumba di Bali.

"Rasa kebanggaan di saat hari raya kemerdekaan yang ke-74 sebagai warga Sumba Barat Daya turut berpartisipasi. Inilah Sumba mungkin sering didengar kalau warga Sumba banyak pengacaunya, tapi itu tidak semua, inilah kami tidak sama seperti yang dibahas orang," ujar Samuel.
(ams/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com