detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 08:48 WIB

NasDem Sebut Gerindra Berharap Dapat 'Jatah' karena Dorong Kabinet Zaken

Ahmad Bil Wahid - detikNews
NasDem Sebut Gerindra Berharap Dapat Jatah karena Dorong Kabinet Zaken Foto: Jokowi di Sidang Tahunan MPR (Andhika/detikcom)
Jakarta - Partai NasDem menuding ada maksud terselubung di balik pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang mendorong Joko Widodo (Jokowi) membentuk kabinet zaken. NasDem menyebut dorongan itu disampaikan supaya Gerindra tetap mendapatkan jatah menteri.

"Usul agar jokowi membentuk kabinet zaken, tentu tidak semata-mata bicara kualitas menteri yang dianggap kurang profesional, tetapi lebih kepada usulan agar ada ruang yang dapat diberikan untuk partai-partai oposisi yang merapat agar bisa tetap dapat jatah. Bagaimana caranya? Tentu dengan menyodorkan calon menteri dari para profesional dan akademisi yang sebenarnya adalah juga merupakan kader simpatisan mereka," kata Ketua DPP Nasdem, Irma Suryani, saat dihubungi, Jumat (16/8/2019).

"Kami sadar betul bahwa keinginan untuk bergabung di pemerintahan tidak lepas dari persiapan untuk kontestasi di 2024," imbuhnya.



Irma kemudian menyinggung soal sikap Gerindra yang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi sebelum Pilpres 2019. Sikap tersebut, menurutnya, justru berubah setelah Jokowi dinyatakan sebagai presiden terpilih.

"Pengamat selalu mengatakan tidak ada 'makan siang gratis'. Apa lagi bagi lawan politik yang saat pilpres menyatakan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan pak Jokowi tidak kredibel dan harud diganti. Setelah kalah, kemudian merapat," ujarnya.

Irma meyakini publik juga akan menilai Gerindra sedang berupaya agar memiliki posisi tawar. Namun, dia juga tak menampik bahwa ada sisi positif yang dapat dipetik dari dorongan Gerindra membentuk kabinet zaken.

"Apa pun alasan yang disampaikan, masyarakat tentu ada yang berpendapat pasti ada nilai bargaining yang ditawarkan. Pendapat positifnya tentu bicara soal perlunya kembali bersama menjaga NKRI, sementara pendapat negatifnya adalah minta kursi menteri atau posisi penting lainnya dalam pemerintahan," ucapnya.



Partai pro Jokowi lainnya, PKB, juga ikut merespons soal dorongan Gerindra tersebut. Wasekjen PKB Daniel Johan menyebut kursi menteri harus diisi oleh profesional yang dapat mengimbangi kerja Jokowi.

"Iya setuju dong, kabinet memang harus diisi oleh figur yang memiliki kemampuan memahami masalah dan jalan keluar yang efektif, yang bisa bekerja tiga dimensi, bukan linier tapi penuh terobosan dan keberanian," terang Daniel.

"Sosok profesional itu banyak di partai karena partai memang sebagai pusat pengkaderan kepemimpinan nasional. Jadi profesional itu bisa berasal dari partai dan non-partai," sambungnya.



Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya mengatakan bahwa Gerindra tetap mendorong Jokowi membentuk kabinet zaken. Menurutnya, partai politik juga memiliki figur profesional untuk mengisi kabinet zaken.

"Kita ikuti pidato Presiden barusan ini kan Presiden menatap optimisme yang tinggi sekali, besar sekali. Mestinya kalau tinggi berarti memiliki orang-orang yang ahli di bidang itu. Mestinya kabinet zaken, zaken kabinet tak harus dari profesional, tapi dari parpol juga," kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).


Gerindra Sindir NasDem: Setelah Menang, Terkesan Mau Atur Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]




(abw/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com