Benarkah Panjat Pinang Warisan Penjajah Belanda? Sejarawan Bicara

ADVERTISEMENT

Benarkah Panjat Pinang Warisan Penjajah Belanda? Sejarawan Bicara

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Sabtu, 17 Agu 2019 07:33 WIB
Foto: Ilustrasi panjat pinang (Ainur Rofiq)

Penelusuran ini juga dikuatkan oleh buku 'Indonesia Poenja Tjerita' yang melibatkan Roso Daras sebagai penyunting ahli. Dalam buku tersebut, dijelaskan bahwa permainan panjat pinang memang merupakan hiburan bagi orang-orang Belanda. Orang Belanda, kala itu hanya menonton para pribumi bermain panjat pinang sambil tertawa-tawa.


Meskipun begitu, dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa ada pula sejarawan yang memaknai panjat pinang dengan cara lain. Panjat pinang juga bisa berfungsi sebagai simbol untuk mengenang semangat perlawanan terhadap penjajah. Permainan ini juga dianggap punya nilai edukasi soal kerjasama hingga semangat pantang menyerah.

Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan oleh sejarawan dari Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong. Menurut Anhar, tidak benar jika panjat pinang disebut sebagai warisan Belanda.

"Tidak benar itu. Itu adanya sekitar tahun 1960-an. Itu hampir serentak di kecamatan-kecamatan di Indonesia," kata Anhar saat dihubungi detikcom, Jumat (16/8/2019).

Dihubungi terpisah, sejarawan LIPI Asvi Warman Adam menjelaskan, tak ada yang salah dengan panjat pinang. Walaupun akar sejarahnya dari zaman kolonial Belanda.

"Kalaupun itu sudah ada sejak zaman kolonial, apa salahnya diteruskan sebagai hiburan. Tidak semua warisan kolonialisme itu buruk. Sekolah dan rumah sakit contohnya. Keduanya merupakan warisan Belanda," ujarnya kepada detikcom, Jumat (16/8/2019).

"Jadi saya kira alasan larangan Pak Bupati tidak tepat. Mungkin saja Bupati enggan dimintai menyediakan berbagai hadiah seperti sepeda oleh banyak panitia di sana," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh sejarawan dari Masyarakat Sejarawan Indonesia, Andi Achdian. Dia menyebut bahwa berdasarkan sejumlah uraian, lomba panjat pinang ini memang lahir pada era kolonial Belanda.

"Dari sejumlah uraian sejarah sih, memang begitu, panjat pinang lahir pada era kolonial Belanda. Umumnya saat itu panjat pinang diadakan untuk hiburan. Namun, yang harus diingat bahwa pada era itu juga ada orang Indonesia. Artinya, bisa saja penciptanya tidak tunggal," kata Andi, Jumat (16/8/2019).

"Pada zaman Sukarno dulu, juga pernah ada sejumlah kalangan nasionalis yang kurang setuju dengan adanya panjat pinang. Tapi toh, panjat pinang juga tidak dilarang," tuturnya.

Menurutnya kini panjat pinang sudah mengalami transformasi. Panjat pinang bukan lagi hiburan orang Belanda, melainkan sudah jadi hiburan rakyat.

"Harus kita pahami, bahwa selama perkembangannya, panjat pinang telah mengalami transformasi. Ya, sekarang sudah jadi hiburan rakyat lah," imbuhnya.


Saat Lomba Panjat Pinang Digantikan oleh Bambu:

[Gambas:Video 20detik]


(rdp/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT