detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 21:12 WIB

Round-Up

Area Kandidat Ibu Kota Terselip di Doa Sidang Lembaga Tinggi Negara

Tim detikcom - detikNews
Area Kandidat Ibu Kota Terselip di Doa Sidang Lembaga Tinggi Negara Ilustrasi sidang (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Provinsi kandidat ibu kota baru terselip dalam doa di sidang bersama DPD-DPR dalam rangka HUT ke-74 RI. Sang pembaca doa berharap ibu kota dipindahkan ke Provinsi Kalimantan Timur.

Rencana pemindahan ibu kota ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi dalam pidatonya di sidang bersama DPD-DPR, Jumat (16/8/2019). Jokowi meminta izin kepada para anggota dewan untuk memindah ibu kota negara ke Kalimantan.

"Dengan memohon ridho Allah SWT, dengan meminta izin dan dukungan dari Bapak Ibu Anggota Dewan yang terhormat, para sesepuh dan tokoh bangsa terutama dari seluruh rakyat Indonesia, dengan ini saya mohon izin untuk memindahkan ibu kota negara kita ke Pulau Kalimantan," kata Jokowi.



Jokowi mengatakan ibu kota merupakan representasi kemajuan bangsa. Pemindahan ibu kota ditegaskan Jokowi untuk pemerataan ekonomi.

"Ibu kota yang bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Ini demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi," ujar Jokowi.

Harapan mengenai pemindahan ibu kota kemudian disampaikan oleh Senator dari Kalimantan Timur, Muhammad Idris. Dia menyelipkan harapannya itu dalam doa di sidang DPD-DPR.

"Allohuma ya Allah Yang Maha Agung, sekiranya pemindahan ibu kota Negara Republik Indonesia itu sebagai solusi yang terbaik, untuk mengatasi berbagai kesulitan yang ada di ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Idris.



Idris berdoa agar para pemimpin dibulatkan tekad terkait rencana pemindahan ibu kota itu. Dia kemudian berdoa agar ibu kota RI dipindahkan ke Provinsi Kalimantan Timur.

"Kami mohon ya Allah, bulatkan tekad para pemimpin kami, para pejabat lembaga tinggi negara, para alim ulama, para cendekiawan, para cerdik pandai, masyarakat, khususnya, untuk memindahkan di Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ujarnya.

Rencana pemindahan ibu kota ini didukung oleh Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO). OSO berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait pemindahan ibu kota ini.

"Kami mendukung rencana Pemerintah untuk segera merealisasikan pemindahan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan," ujar OSO di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai pemindahan ibu kota memerlukan persiapan yang matang.

"Dan tadi pamit lagi Presiden untuk memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Tentu harus hati-hati ya, persiapkan dengan matang," kata Zul di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8).

Zul mengatakan pemindahan ibu kota perlu berbagai pertimbangan. Pertimbangan itu berkaitan dengan lokasi dan sumber daya alam di daerah yang baru.

Ya lokasi tentu, sarana prasarana pendukung ya, pendukung itu sumber daya alam, yang mendukung itu air, lingkungan, dan lain-lain," ujar Zul.


Jokowi: Pemindahan Ibu Kota Sekecil Mungkin Menggunakan APBN
(knv/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com