detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 14:24 WIB

Polda Bali Bebaskan Model Tori Hunter yang Ngaku Diperas Polisi karena Bipolar

Aditya Mardiastuti - detikNews
Polda Bali Bebaskan Model Tori Hunter yang Ngaku Diperas Polisi karena Bipolar Tori Ann Lyla Hunter (Foto: Dok. Instagram)
Denpasar - Model asal Adelaide, Australia, Tori Ann Lyla Hunter bikin heboh karena mengaku diperas pengacara dan polisi di Bali. Selebgram itu sempat ditahan 4 hari di Polda Bali terkait kasus obat-obatan terlarang, namun akhirnya dibebaskan. Polisi membantah ada pemerasan.

"Sebenarnya memang Bea Cukai menyerahkan ke direktorat narkoba Polda Bali kebetulan kami yang tangani. Dia kita periksa dan yang bersangkutan didampingi penerjemah dan lawyer, itu SOP pemeriksaan kami," kata Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Bali AKBP Debby Asri Nugroho lewat pesan singkat, Jumat (16/8/2019).

Debby menjelaskan Tori Hunter diamankan pada Selasa (6/8) sampai Kamis (9/8). Sebelum membebaskan Hunter, polisi juga sempat meminta keterangan dari bidang kedokteran dan kesehatan (biddokes) Polda Bali.



"Dia kita amankan mulai tanggal 6 sampai dengan 9 Agustus atau 3 hari setelah itu kita terbitkan sprin pelepasan penangkapan dari yang bersangkutan karena tidak cukup bukti pelanggaran penyalahgunaan izin mengkonsumsi obat-obatan tersebut," jelasnya.

Dari paparan biddokes Polda dijelaskan Hunter mengaku sulit tidur dan tidak bisa konsentrasi sehingga mengkonsumsi obat-obatan. Dari pemeriksaan juga diketahui Hunter memiliki riwayat ide-ide bunuh diri, dan memiliki riwayat penyakit gangguan bipolar serta didiagnosis mengalami gangguan pemusatan perhatian (ADD).

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dokumen medis penderita maka dapat disimpulkan bahwa obat dexamphethamine 5 mg, obat antenex (diazepam) 5 mg dan obat quatiapine 100 mgyang dibawa bersama klien adalah sesuai untuk pengobatan penyakit yang diderita yaitu gangguan spectrum bipolar dan ADD. Ini keterangan pembanding dari Dokes Polda Bali," urainya.

Debby juga membantah pihaknya melakukan pemerasan untuk membebaskan Hunter. Dia juga sudah melaporkan tudingan Hunter ke pimpinannya.

"Cerita yang bersangkutan ke medsos bahwa kami melakukan pemerasan tidak benar dan merugikan institusi kami dan kami sudah melapor ke pimpinan," terang Debby.

Dia menegaskan pihaknya membebaskan Hunter karena tidak menemukan unsur penyalahgunaan narkotika. Selain itu juga didukung keterangan dokter.

"Betul (dibebaskan) karena bukan penyalahgunaan narkotika dan dilengkapi dokumen resep dokter," tegasnya.



Sebelumnya diberitakan, Tori Hunter mengaku ditahan selama 4 hari di Bali dan diperas hampir senilai AUD 40 ribu atau setara dengan Rp 400 juta. Uang itu dia klaim sebagai uang yang dia bayarkan untuk kebebasannya dari penjara di Pulau Dewata.

Dia lalu melakukan crowdfunding atau penggalangan dana online di situs GoFundMe untuk membayar kembali AUD 39.600 atau setara dengan Rp 396 juta yang dia klaim di medsos.

"Saya ditahan setelah melalui Bea-Cukai karena membawa obat resep saya sendiri ke negara itu, yang saya bawa dalam kotak berlabel farmasi bersama dengan sertifikat dari dokter saya," tulisnya di halaman penggalangan dana tersebut.

"Saya secara pribadi menjadi sasaran karena status media sosial saya sebagai model," tuturnya.

Pihak pengacara juga membantah melakukan pemerasan. Sementara Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai juga menegaskan penangkapan Hunter bukan karena dia selebgram tetapi karena membawa obat-obatan terlarang ke Indonesia dalam jumlah banyak.

"Salah satu yang diklarifikasi dia bilang saya ditarget karena saya selebgram, that's not what we works sih, kita tidak melihat itu tapi kita melihat barang bawaannya. Mau pekerjaannya apa pun kalau barang bawaannya patut diperiksa dan harus dikendalikan Bea-Cukai ya harus kita kendalikan," Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Ngurah Rai Teddy Triatmojo saat dihubungi via telepon, Kamis (15/8).


(ams/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com