detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 18:12 WIB

Bukan 'Mondok', Prada Deri Kabur ke Banten untuk Hilangkan Jejak

Raja Adil Siregar - detikNews
Bukan Mondok, Prada Deri Kabur ke Banten untuk Hilangkan Jejak Prada Deri (tengah) menjalani persidangan. (Raja/detikcom)
Palembang - Prada Deri Pramana kabur dan ditangkap di Serang, Banten, setelah memutilasi sang kekasih pada Mei lalu di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Bukan belajar agama, Deri ternyata pergi ke Banten untuk menghilangkan jejak.

Kaburnya Deri ini terungkap saat hakim anggota Mayor Chk Syawaluddin mulai bertanya apakah Deri menyesal setelah membunuh korban, Fera. Dengan lugas dan singkat, Deri menjawab 'menyesal'.

Tidak hanya itu, hakim kemudian coba menanyakan apa tujuan prajurit baru itu pergi ke Banten sebelum ditangkap dan dijawab untuk belajar agama atau mondok di sebuah pesantren.


Mendengar jawaban itu, mejelis hakim langsung mematahkan jawaban Prada Deri. Hakim menyebut Deri pergi untuk menghilangkan jejak.

"Saya baca semua ini. Jadi terdakwa pergi ke Banten bukan untuk belajar mengaji saja, tapi mau hilangkan jejak. Apakah benar," tanya majelis hakim.

Prada Deri lantas membantah kabar bahwa dia mengaku pergi ke Banten untuk belajar agama karena menyesal membunuh serta memutilasi korban. Di Banten, Prada Deri mengaku bertemu dengan Abah Syari, seorang guru di pesantren.

Majelis hakim pun lantas membeberkan semua hasil pemeriksaan yang tertulis bahwa Deri sempat menemui salah satu tokoh di Banten. Di sana Deri meminta bantuan agar tidak tertangkap.

"Terdakwa bilang pergi ke Banten belajar mengaji, kenapa jauh-jauh, di Banyuasin sana kan ada guru ngaji. Palembang pun ada, jadi saya tahu terdakwa ke Banten untuk apa," kata majelis.


"Terdakwa ini datang menemui seseorang untuk minta bantu agar tidak ditemukan saat dicari. Minta hilangkan jejak kepada orang di sana, saya tahu orangnya, kenal saya," ucap mejelis dengan nada tinggi.

Mejelis lantas menyebut orang tersebut pernah berurusan dengan hukum. Sebab, dia pernah ditangkap pada kurun 2013-2014 dalam kasus menyembunyikan buron.

"Dia ini pernah ditangkap sembunyikan buronan. Sejak saat itu tidak mau lagi, itulah kenapa terdakwa tidak diterima sama yang bersangkutan dan diarahkan ke pondok pesantren anak muridnya," kata mejelis.

"Dia tahu, menerima orang yang benar-benar mau tobat. Muridnya juga cukup sedikit dia, saya tahu, benar apa tidak," tanya mejelis.

Deri, yang awalnya menangis sesenggukan, lantas terdiam. Dia membenarkan apa yang diutarakan mejelis hakim dan kini mengaku ingin bertobat.

"Iya, benar yang mulia," jawab Deri lirih.

Dari tempat pelariannya itulah, Prada Deri kemudian ketakutan dan minta untuk dijemput. Dia minta menyerah terkait kasus yang menjeratnya.

Prada Deri ditangkap di Banten setelah sempat buron lebih dari sebulan. Tidak hanya itu, penangkapan Deri kini mulai membuka misteri tewasnya Fera yang dimutilasi di penginapan Musi Banyuasin, pada 8 Mei lalu.
(ras/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com