ADVERTISEMENT
detikNews
2019/08/14 22:00:40 WIB

Round-Up

JK yang Konsisten dengan Opsi Serangan Balik di Papua

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
JK yang Konsisten dengan Opsi Serangan Balik di Papua Foto: Wapres Jusuf Kalla (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menembaki personel TNI-Polri di distrik Papua. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kemudian bicara serangan balasan apa bila gerakan separatisme di Papua menyerang aparat keamanan RI.

Usulan serangan balasan yang disampaikan JK tidak hanya sekali. Konsistensi JK berawal saat terjadi penembakan terhadap anggota TNI di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua.

Pada saat itu seorang anggota TNI, Prada Usman Hambelo tertembak dalam serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di bekas kamp PT Pembangunan Perumahan (PP) di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu (20/7). Prada Usman tertembak di bagian pinggang akhirnya tewas.

Serangan KKB tersebut terjadi saat personel TNI tengah melakukan pengamanan di bekas kamp PT PP yang merupakan tempat proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru. Sekitar pukul 12.45 WIT kelompok KKB melakukan serangan tembakan secara membabi buta dari arah semak belukar yang berada tepat di depan kamp.

Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi menduga pelaku penembakan berjumlah 4-5 orang. Ketika itu TNI berupaya membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun karena medan belukar yang sangat tertutup dan kondisi jurang yang curam, pengejaran pun dihentikan.

"Dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan," ujar Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (20/7/2019).

Tak hanya itu, serangan dari KKB juga terjadi ketika anggota TNI sedang melakukan istirahat, salat, dan makan. Aidi mengatakan serangan tiba-tiba datang dari arah semak belukar.

"Secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang isoma," tuturnya.

Diduga, penyerangan itu dilakukan kelompok Egianus Kogoya. Usai serangan terjadi, pasukan TNI langsung melaksanakan konsolidasi dan pengamanan setempat.

"Setelah dilaksanakan pengecekan personel, ternyata satu orang prajurit a.n. Prada Usman Hambelo mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan," imbuh Aidi.

Tiga hari setelahnya, Wapres JK merespons serangan KKB itu. JK berbelasungkawa atas meninggalnya anggota TNI pascakontak senjata di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua. JK menilai penyelesaian harus melalui jalan damai.

"Kalau Anda lihat ke daerah bukan konflik seperti dibayangkan orang seperti apa. Justru kelompok itu yang menyerang tentara, kan semuanya kan yang diserang itu di pos tentara. Tentara itu menjaga kelangsungan proyek. Kan diserang itu, itu bukan konflik, itu penyerangan. Karena itu tentara selalu membela diri saja," kata JK di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed