detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 21:09 WIB

Round-Up

Simbol Upacara Kemerdekaan di Pulau Buatan

Tim detikcom - detikNews
Simbol Upacara Kemerdekaan di Pulau Buatan Anies Baswedan (Foto: dok. Pemprov DKI)
Jakarta - Keputusan Anies Baswedan mengadakan upacara HUT ke-74 RI di pulau buatan bukan tanpa makna. Ada simbol yang ingin ditonjolkan dari instruksi tersebut.

Kepastian Pemprov DKI menyelenggarakan upacara HUT RI di Pulau D hasil reklamasi tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 71 Tahun 2019 tentang Upacara Pengibaran Bendera dalam Rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 RI yang diteken Anies pada 12 Agustus 2019. Dalam instruksi tersebut, Anies meminta pegawai di Pemprov DKI Jakarta datang ke upacara pada Sabtu (17/8) mulai pukul 07.30 WIB.

"Tempat: Kawasan Pantai Maju, Kota Administrasi Jakarta Utara," tulis Anies dalam Ingub tersebut seperti dilihat detikcom, Senin (13/8/2019).



Anies lalu menjelaskan alasan pemilihan lokasi upacara tersebut. Dia mengaku ingin menunjukkan pulau tersebut milik seluruh warga DKI, bukan segelintir orang.

"Dahulu lahan hasil reklamasi adalah wilayah tertutup, bahkan media masuk ke sana tidak bisa, dijaga ketat seakan-akan itu milik pribadi. Seakan-akan milik swasta. Kemudian kita ubah kawasan itu menjadi kawasan terbuka milik Republik Indonesia yang seluruh warga negara bisa masuk ke kawasan itu," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Jembatan menuju Pulau Reklamasi / Jembatan menuju Pulau Reklamasi. (Pradita Utama/detikcom)


Dia menyadari pulau hasil reklamasi itu dulu dikuasai pihak swasta. Anies ingin menjadikan upacara ini sebagai simbol bahwa pulau hasil reklamasi itu milik negara.

"Untuk menyimbolkan dari kepemilikan ini adalah milik negara, bukan milik pribadi. Maka kita menyelenggarakan upacara di sana sebagai simbol bahwa itu tanah kita, itu air kita. Itu tanah air kita, dan kita selenggarakan peringatan kemerdekaan Tanah Air ini di hasil tanah yang dulunya dikuasai dan tertutup oleh swasta," jelasnya.




Anies ingin bendera Merah Putih bisa berkibar di pulau hasil reklamasi. Dia menegaskan wilayah itu milik Republik Indonesia.

"Jadi ini adalah sebuah pesan tidak ada wilayah eksklusif, tertutup. Ini adalah milik kami, milik Republik Indonesia. Karena itu, kita selenggarakan upacara bendera di tempat itu, menandai tanah itu adalah tanah di bawah kibaran bendera Merah Putih," jelas Anies.



Nantinya, upacara HUT RI di pulau reklamasi itu akan diikuti 4.000 PNS DKI. Semua pegawai wajib hadir kecuali pegawai di wilayah kota dan kabupaten.

"Kita akan fasilitasi bus Jakarta sekitar 75 bus dengan 12 keberangkatan. Balai Kota, Dinas Teknis Jatibaru, Dinas Teknis Abdul Muis, Dinas Kesehatan, Dinas PM PTSP, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas PAPP, Dinas LH, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan penyelamatan, Dinas Parbud dan Dinas Dukcapil," kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri, Muhammad Mawardi, kepada wartawan, Rabu (14/8).

Mawardi mengatakan tidak ada perbedaan teknis penyelenggaraan upacara dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menyebut hanya lokasi upacara yang berbeda.

"Perbedaannya hanya dari segi tempat saja. Tata cara dan pelaksanaannya sama seperti sebelumnya," jelasnya.

Pulau reklamasi / Pulau reklamasi (Pradita Utama/detikcom)


Geladi bersih untuk menyelenggarakan upacara akan digelar besok. Mawardi mengatakan sudah mempersiapkan tenda dan umbul-umbul di lokasi.

"Besok kita akan geladi. Nanti ada beberapa orang yang geladi. Termasuk Paskibra dan teman-teman SKPD yang terlibat dalam pelaksanaan apel itu," paparnya.
(imk/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com