detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 19:27 WIB

Geledah 5 Lokasi di Jakarta-Bandung, KPK Sita Dokumen Kasus Impor Bawang

Ibnu Hariyanto - detikNews
Geledah 5 Lokasi di Jakarta-Bandung, KPK Sita Dokumen Kasus Impor Bawang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK kembali melakukan penggeledahan pada lima lokasi di Jakarta-Bandung terkait kasus dugaan suap impor bawang putih yang menjerat anggota DPR I Nyoman Dhamantra sebagai tersangka. Ada sejumlah dokumen terkait pengurusan izin impor bawang putih yang disita.

"Dari lokasi tersebut, KPK lakukan penyitaan sejumlah dokumen terkait pengurusan impor bawang putih dan barang bukti elektronik," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Febri mengatakan penggeledahan ini merupakan kelanjutan dari penggeledahan yang telah dilakukan sejak Jumat (9/8). Kelima lokasi yang digeledah hari ini adalah kantor PT Pertani; tempat tinggal salah satu saksi di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan; rumah tersangka Elviyanto di Kota Wisata Florence, Bogor; rumah seorang saksi di Ketapang Indah Residence, Bandung; serta rumah tersangka Doddy Wahyudi di Cipahit, Bandung.



Hingga hari ini, ada 16 lokasi yang telah digeledah KPK terkait kasus dugaan suap impor bawang putih itu. Lokasi-lokasi yang digeledah tersebut dari kantor money changer Indocev milik Dhamantra, ruang kerja Dhamantra di gedung DPR, ruang Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI, ruang Dirjen Hortikultura Kementan, hingga apartemen Aspen Residence milik Mirawati Basri.

Dalam kasus ini, Dhamantra, yang merupakan anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP, diduga meminta fee Rp 3,6 miliar dan commitment fee Rp 1.700-1.800 per kg bawang yang diimpor kepada pengusaha bernama Chundry Suanda (Afung) dan Doddy. Duit itu diduga terkait proses perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih.
KPK menduga duit yang telah diterima Dhamantra berjumlah Rp 2 miliar. Uang itu diduga ditransfer lewat rekening di money changer.

Total ada enam orang yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka, yaitu:
Tersangka pemberi:

1. CSU alias Afung (Chandry Suanda) swasta
2. DDW (Doddy Wahyudi) swasta
3. ZFK (Zulfikar) swasta

Tersangka penerima:

a. INY (I Nyoman Dhamantra) Anggota DPR 2014-2019
b. MBS (Mirawati Basri) orang kepercayaan INY
c. ELV (Elviyanto) swasta.
(ibh/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed