detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 18:42 WIB

Cerita Surya Paloh soal Pendukung Ahok Salah Paham Dirinya Bertemu Anies

Zunita Putri - detikNews
Cerita Surya Paloh soal Pendukung Ahok Salah Paham Dirinya Bertemu Anies Surya Paloh (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Jakarta - Ketum Partai NasDem Surya Paloh menceritakan kembali pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Surya Paloh mengaku banyak yang salah paham tentang pertemuannya dengan Anies.

Hal itu diceritakan Paloh saat sesi tanya-jawab dengan peserta acara kuliah umum di Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). Paloh menjelaskan bahwa dirinya berteman dengan siapa saja, termasuk Anies, walaupun saat Pilkada 2017 dia tidak memberikan dukungan.


"Anies punya hubungan kedekatan dengan saya. Sesungguhnya ini satu hal yang tak dapat dimungkiri, hal yang tak bermoral bagi saya ketika dalam suatu perjalanan kehidupan bersama, berteman, bahkan sebagai salah satu pembaca manifesto politik organisasi sosial kemasyarakatan yang saya dirikan, ada Anies Baswedan bersama tokoh-tokoh bangsa lainnya, ada juga Ahok," kata Paloh menjawab pertanyaan peserta yang bernama Rahma.

Paloh mengaku menganggap Anies dan eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok seperti adiknya. Dia juga mengaku banyak pemberitaan yang salah saat dirinya bertemu dengan Anies.

"Wartawan tanya tadi ngomong apa aja, apa mau calonkan Anies 2024, sejujurnya saya juga jawab spontan ya, kalau dia punya potensi, bagus, bisa yakinkan para pihak, kenapa tidak. Tapi persepsi yang ada di masyarakat, ini dibilang (saya) berteman dengan Anies," jelasnya.


Paloh mengungkapkan, seusai pertemuan dengan Anies, banyak pendukung Ahok yang kecewa. Meski begitu, Paloh mengaku bisa memahami hal itu.

"Tapi persepsi yang ada di masyarakat, ini dibilang berteman dengan Anies, nggak masuk Ahok, jadinya pengikut Ahok nggak suka, itu juga bisa saya pahami," ucapnya.

Dia juga mengaku belum tahu apakah mengusulkan Anies atau tidak pada 2024. Namun, saat ini, dia mengatakan belum ada niat mengusung Anies.

"Jadinya prosesnya nanti kita lihat 2024, masih panjang, 5 tahun lagi. Kalau sekarang belum ada niat," katanya.


Peserta yang bernama Rahma itu pun kembali bertanya soal alasan Paloh menemui Anies, bukan menemui Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Paloh menjawab semua itu masih akan berproses. Dia juga tak menutup kemungkinan akan bertemu Ridwan Kamil nantinya.

"Kenapa nggak ketemu Pak Ridwan Kamil atau yang lain?" tanya Rahma.

"Belum, proses perjalanan akan berjalan dari progress waktu tempat yang akan memungkinkan, siapa bilang itu nggak akan terjadi, bisa aja ya. Jadi yang kita petik kalau kita sayang bangsa ini, maka kita harus buka hati kita. Nggak mungkin hati tertutup hati kecil, nggak mungkin berteman sama teman, nggak teman cemberut, ah itu pemimpin sontoloyo," jawab Paloh.


Anies Capres 2024, Surya Paloh: Berpotensi tapi Bukan Satu-satunya:

[Gambas:Video 20detik]


(zap/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed