detikNews
Rabu 14 Agustus 2019, 17:42 WIB

Bima Arya: Kajian Perluasan Kota Bogor-Provinsi Bogor Raya Rampung Akhir Tahun

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Bima Arya: Kajian Perluasan Kota Bogor-Provinsi Bogor Raya Rampung Akhir Tahun Foto: Wali Kota Bogor Bima Arya. (Sachril-detikcom)
Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan kajian soal usulan perluasan wilayah hingga pembentukan Provinsi Bogor Raya. Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kajian ini akan selesai pada akhir 2019 nanti.

Bima menjelaskan kajian ini dilakukan oleh tim khusus yang dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor. Proses pengkajian ini, disebut Bima, masih panjang.

"Yang penting kajiannya dulu. Akhir tahun ini kajiannya rampung. Baru nanti setelah kajian rampung, kita bicara ke Pak Gubernur (Ridwan Kamil). Itu kan hanya omongan informal saja, omongan Pak Gubernur begitu, omongan Bu Bupati (Bupati Bogor Ade Yasin) begitu. Tapi kita ingin ini ada kajian khusus," kata Bima usai konferensi pers Festival Merah Putih di Balai Kota Bogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (14/8/2019).


Dia menambahkan ada tiga opsi dari hasil kajian yang dilakukan tim Bappeda ini. Opsi pertama perluasan wilayah. Opsi kedua pembentukan Provinsi Bogor Raya.

"Opsi ketiga adalah memaksimalkan koordinasi antarwilayah administrator. Seperti di Kuningan ada Kunci Bersama itu. Kuningan, Cirebon, Brebes, itu kunci bersama," lanjut dia.

Bima mengaku sudah mendengar bahwa Bupati Bogor Ade Yasin lebih setuju dengan pembentukan provinsi. Sementara Gubernur Jawa Barat tidak setuju dengan pembentukan Provinsi Bogor Raya dan lebih setuju perluasan wilayah Kota Bogor.

Menanggapi itu, Bima mengaku menunggu hasil kajian tim Bappeda terlebih dahulu. Bila telah rampung, maka akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Dia menjelaskan kajian ini bukanlah soal politik, namun untuk pelayanan publik.

"Ini bukan soal politik, bukan menambah kursi baru, DPRD baru, gubernur baru, daerah pemilihan baru, tapi ini konteksnya pelayanan terhadap warga. Konteksnya adalah untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk dan arus urbanisasi di Bogor," tutur dia.


Meski kajian nantinya selesai, lanjut politikus PAN itu, proses yang akan dilakukan Pemkot Bogor masih sangat panjang. Baik perluasan wilayah, pembentukan provinsi baru ataupun memaksimalkan koordinasi antar wilayah administrator tidak akan selesai dalam waktu dekat.

"Pak Presiden saja kan sampai memutuskan menentukan ibu kota kan panjang prosesnya, ada kajian-kajian dulu. Nggak urgent-urgent sekali, tapi ini antisipasi ke depan. Ini bukan buat kepentingan saya lho. Mungkin nanti masa ketika anak atau cucu saya jadi Wali Kota, baru dilakukan tata ulang. Cuma ini harus dipikirkan dari sekarang. Mungkin ini bukan dalam 5 tahun ke depan. Ini jangka panjang, 10 tahun lagi," terang Bima Arya.

Bima menjelaskan kajian ini dilakukan secara internal. Setelah itu, materi kajian itu akan dibawa ke kampus.

"Internal dan pihak ketiga dari kampus. Sekarang konsepnya internal dulu dan nanti dilempar ke kampus secara akademis. Kita bicara ini nggak ada target politik. Bukan berarti Ibu Bupati mau jadi gubernurnya misalnya, bukan. Ini bicara pelayanan publik," pungkasnya.


Blak-blakan Bima Arya: Andil Jokowi Menata Bogor

[Gambas:Video 20detik]


(idh/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com